Pembelajaran STEAM Dorong Siswa Aktif Memecahkan Masalah

  • 21 Jul 2026 14:43 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID Makassar – Pembelajaran berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, dan Mathematics) semakin banyak diterapkan di sekolah sebagai pendekatan yang mendorong peserta didik berpikir kritis, kreatif, dan mampu memecahkan masalah yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan pembelajaran STEAM dimulai dengan tahap Ask, yaitu mengajak siswa mengidentifikasi permasalahan yang ada di lingkungan sekitar. Setelah menemukan masalah, peserta didik menentukan kebutuhan, kriteria, serta batasan yang akan digunakan untuk merancang solusi yang tepat.

Tahap berikutnya adalah Imagine, yakni membayangkan produk atau solusi yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Pada tahap ini siswa biasanya bekerja secara berkelompok untuk berdiskusi, bertukar ide, serta merancang konsep produk yang akan dibuat.

Setelah memiliki gambaran solusi, siswa memasuki tahap Plan. Dalam tahap ini, mereka menyusun rancangan produk secara lebih rinci, mulai dari membuat sketsa, menentukan ukuran, memilih bahan yang dibutuhkan, hingga menyusun langkah-langkah pembuatannya.

Selanjutnya adalah tahap Create and Improve, yaitu membuat produk sesuai rancangan kemudian melakukan uji coba. Apabila masih ditemukan kekurangan, siswa melakukan evaluasi dan penyempurnaan hingga produk yang dihasilkan mampu menjawab permasalahan yang telah diidentifikasi sebelumnya.

Sebagai contoh penerapan di kelas, guru Biologi dapat mengajak siswa mencari solusi terhadap pencemaran tanah akibat penggunaan pestisida dan pupuk kimia berlebihan. Melalui pendekatan STEAM, siswa dapat merancang dan membuat pupuk kompos, kemudian menguji efektivitasnya dalam membantu mengembalikan kesuburan tanah sebelum mempresentasikan hasil temuannya di depan kelas.

Melalui proses tersebut, peserta didik tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam menganalisis masalah, bekerja sama, berkomunikasi, dan menghasilkan solusi yang dapat diterapkan di lingkungan sekitar. Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, serta kepercayaan diri siswa.

Dikutip dari artikel Quipper, pembelajaran berbasis STEAM menghubungkan teori dengan praktik nyata sehingga peserta didik lebih mudah memahami konsep pembelajaran. Pendekatan ini juga diharapkan mampu membekali siswa dengan keterampilan abad ke-21 yang dibutuhkan untuk menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan dunia kerja di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....