Unismuh Makassar Sosialisasikan Akses KIP Kuliah

  • 27 Jun 2026 14:29 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sultan Batara bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menggelar Sosialisasi Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah 2026 di Aula Teater I-GIFt Unismuh Makassar, Jumat, 26 Juni 2026. Kegiatan yang juga disiarkan secara daring ini menghadirkan Ketua Tim Kerja KIP Kuliah dan ADik PPAPT Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Dr. Muni Ika, S.Pd., M.Pd., serta Wakil Rektor II Unismuh Makassar, Dr. Ihyani Malik, untuk memberikan pemahaman mengenai mekanisme dan kebijakan KIP Kuliah kepada calon mahasiswa.

Sosialisasi tersebut bertujuan memperluas akses informasi mengenai program bantuan pendidikan pemerintah sekaligus memastikan calon mahasiswa memahami persyaratan dan proses seleksi KIP Kuliah 2026. Kegiatan ini diikuti secara langsung maupun melalui Zoom oleh calon mahasiswa, mahasiswa baru, serta perwakilan perguruan tinggi di wilayah LLDIKTI IX Sultan Batara.

Wakil Rektor II Unismuh Makassar, Dr. Ihyani Malik, mengatakan tingginya antusiasme peserta menunjukkan besarnya harapan masyarakat terhadap keberlanjutan program KIP Kuliah. Menurutnya, banyak lulusan SMA sederajat yang memiliki keinginan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, tetapi terkendala keterbatasan biaya sehingga sangat bergantung pada bantuan pemerintah.

Ia menjelaskan, Unismuh Makassar saat ini memiliki hampir 15 ribu mahasiswa dengan sekitar dua ribu di antaranya merupakan penerima KIP Kuliah. Namun, kuota bantuan yang diterima kampus mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya sehingga berdampak pada semakin terbatasnya kesempatan mahasiswa dari keluarga kurang mampu memperoleh bantuan pendidikan.

"Saya yakin betul bahwa semua anak-anak yang tamat SMA tahun ini pasti mau kuliah. Tapi kendala utama yang mereka hadapi adalah ketiadaan biaya. Amat besar harapan mereka untuk mendapatkan KIP Kuliah ini," ujar Ihyani.

Menurutnya, Unismuh berharap pemerintah dapat menambah kuota KIP Kuliah bagi perguruan tinggi swasta agar semakin banyak mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi dapat melanjutkan pendidikan tinggi. Selain itu, Unismuh juga menyiapkan skema bantuan internal berupa potongan biaya kuliah berdasarkan hasil survei kondisi ekonomi mahasiswa sebagai bentuk komitmen dalam memperluas akses pendidikan.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja KIP Kuliah dan ADik PPAPT Kemendiktisaintek, Dr. Muni Ika, menegaskan bahwa KIP Kuliah diprioritaskan bagi mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu secara ekonomi dengan mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Ia menjelaskan pemerintah juga tengah mengusulkan penambahan kuota nasional KIP Kuliah hingga sekitar 200 ribu penerima serta menyiapkan berbagai skema bantuan pendidikan lain bagi mahasiswa yang belum memenuhi syarat program tersebut.

"Jangan pernah kubur mimpi adik-adik sekalian untuk kuliah. Banyak jalan menuju Roma. Yang tidak mungkin adalah ketika berharap tetapi tidak punya usaha," tegas Muni.

Melalui sosialisasi ini, Unismuh Makassar menegaskan komitmennya untuk terus memperluas akses pendidikan tinggi melalui kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai mitra strategis. Kampus juga mendorong calon mahasiswa agar tidak hanya mengandalkan KIP Kuliah, tetapi turut memanfaatkan berbagai program beasiswa lain sehingga kesempatan menempuh pendidikan tinggi tetap terbuka bagi seluruh generasi muda Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....