Dosen UMI Teliti Khasiat Daun Pala untuk Atasi Penyakit Reumatik
- 26 Jun 2026 13:48 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Dosen Fakultas Farmasi Universitas Muslim Indonesia (UMI), Apt. Muammar Fawwaz, S.Farm., M.Si., Ph.D., berhasil mengungkap potensi daun pala sebagai bahan baku obat herbal untuk membantu mengatasi rematik, peradangan, dan nyeri. Hasil penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal internasional bereputasi dan disampaikan pada Jumat, 26 Juni 2026.
Penelitian tersebut berangkat dari masih tingginya kebutuhan pengobatan bagi penderita rheumatoid arthritis atau rematik yang merupakan penyakit peradangan kronis dan umumnya memerlukan terapi jangka panjang. Kondisi tersebut mendorong para peneliti untuk mencari alternatif pengobatan berbasis bahan alam yang dinilai lebih aman dan memiliki efek samping lebih rendah dibandingkan obat sintetis.
Dalam risetnya, Dr. Muammar Fawwaz memanfaatkan ekstrak daun pala (Myristica fragrans Houtt.), bagian tanaman yang selama ini masih jarang dimanfaatkan masyarakat. Padahal, berdasarkan hasil penelitian, daun pala mengandung berbagai senyawa aktif yang berpotensi dikembangkan menjadi kandidat obat herbal untuk membantu mengatasi berbagai penyakit yang berkaitan dengan peradangan.
“Selama ini masyarakat lebih banyak memanfaatkan buah pala, padahal daunnya juga mengandung berbagai senyawa aktif yang memiliki potensi besar sebagai kandidat obat herbal. Melalui penelitian ini kami ingin membuktikan potensi tersebut secara ilmiah,” ujar Dr. Muammar Fawwaz.
Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan yang komprehensif dengan mengombinasikan pengujian secara in vivo pada hewan coba dan simulasi komputer in silico melalui metode molecular docking. Pendekatan tersebut digunakan untuk mengetahui kemampuan senyawa aktif dalam daun pala berinteraksi dengan protein penyebab peradangan, yakni TLR-4 dan HTRA-1.
Melalui analisis menggunakan teknologi Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS), tim peneliti berhasil mengidentifikasi sedikitnya 81 senyawa aktif yang terkandung dalam daun pala. Beberapa senyawa utama yang ditemukan antara lain myristicin, betulin, methoxyeugenol, thunbergol, serta berbagai senyawa fenolik yang diketahui memiliki aktivitas biologis dan berpotensi memberikan efek antiinflamasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun pala dengan dosis 600 miligram per kilogram berat badan mampu memberikan efek anti-rematik, antiinflamasi, serta pereda nyeri yang secara statistik tidak berbeda signifikan dibandingkan sejumlah obat sintetis seperti Methyl Prednisolone, Natrium Diklofenak, dan Ibuprofen. Temuan tersebut semakin diperkuat melalui hasil simulasi molekuler yang menunjukkan senyawa methoxyphenol memiliki kemampuan ikatan yang baik terhadap reseptor penyebab peradangan.
“Harapan kami, penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pengembangan obat herbal berbasis bahan alam Indonesia yang tidak hanya efektif, tetapi juga memiliki efek samping yang lebih minimal dibandingkan obat sintetis,” ungkapnya.
Keberhasilan publikasi internasional tersebut semakin mempertegas komitmen Universitas Muslim Indonesia dalam mengembangkan riset berbasis potensi hayati lokal yang berorientasi pada solusi nyata bagi masyarakat. Melalui inovasi tersebut, UMI berharap dapat mendorong pengembangan industri farmasi nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah kekayaan hayati Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....