Unismuh Makassar Dampingi Pembudidaya Ikan Nila di Maros
- 16 Jun 2026 12:47 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Maros — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui Program Pemberdayaan Wilayah (PW) yang dilaksanakan di Kabupaten Maros. Program yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) untuk periode 2026–2029 tersebut difokuskan pada penguatan kapasitas kelompok masyarakat dalam mengembangkan usaha produktif berbasis potensi lokal.
Program ini dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Nomor 212/C3/DT.05.00/PM/2026 dan diketuai oleh Dr. Ir. Rahmi, S.Pi., M.Si., IPU. Tim pelaksana terdiri atas Dr. Andi Rahayu Anwar, M.Si., Abd. Salam, S.E., M.M., Dr. Asriyanti Syarif, M.Si., Farhanah Wahyu, S.Pi., M.Si., serta diperkuat oleh Dr. Mohammad Anwar Sadat, M.Si. dari Universitas Muslim Maros.
Dalam pelaksanaannya, program tersebut juga melibatkan sejumlah mahasiswa Unismuh Makassar yang berperan aktif dalam kegiatan pendampingan masyarakat. Keterlibatan mahasiswa diharapkan dapat memperkuat implementasi program sekaligus memberikan pengalaman nyata dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Mitra utama dalam program ini adalah Kelompok Pembudidaya Ikan (POKDAKAN) Baramamase Sejahtera yang berada di Dusun Baramamase, Desa Alatengae, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros. Kelompok yang dipimpin oleh Muslimin tersebut selama ini mengembangkan usaha budidaya ikan nila sebagai salah satu sumber penghidupan masyarakat setempat.
Ketua Tim Program Pemberdayaan Wilayah, Dr. Rahmi, menjelaskan bahwa hasil identifikasi awal menunjukkan masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi kelompok dalam mengembangkan usahanya. Tantangan tersebut meliputi manajemen usaha yang masih bersifat tradisional, pencatatan keuangan yang sederhana, hingga perencanaan produksi yang belum berjalan secara optimal.
"Kelompok ini memiliki potensi yang besar karena didukung pengalaman praktik budidaya yang cukup baik. Namun, kapasitas sumber daya manusia masih perlu diperkuat melalui pelatihan teknis dan pendampingan berkelanjutan agar produktivitas dan manajemen usaha dapat meningkat," ujarnya,Senin 15 Juni 2026.
Sebagai langkah awal, tim Program Pemberdayaan Wilayah melaksanakan penyuluhan mengenai manajemen usaha budidaya ikan nila. Materi yang diberikan mencakup pengembangan produksi pakan ikan sinbiotik, pengelolaan keuangan usaha, pencatatan transaksi, penguatan organisasi kelompok, hingga strategi pengembangan pakan ikan berbasis potensi lokal.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Dinas Perikanan Kabupaten Maros serta penyuluh perikanan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Kehadiran berbagai pihak ini menjadi bagian dari upaya membangun sinergi dalam meningkatkan kapasitas kelompok pembudidaya ikan agar lebih produktif dan berdaya saing.
Menurut Rahmi, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, penyuluh perikanan, dan kelompok masyarakat merupakan kunci utama keberhasilan program pemberdayaan wilayah. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem pembinaan yang berkelanjutan dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Melalui pendampingan yang akan berlangsung hingga tahun 2029, POKDAKAN Baramamase Sejahtera ditargetkan mampu meningkatkan produktivitas budidaya ikan nila, memperkuat manajemen usaha, serta berkembang menjadi unit usaha perikanan yang mandiri dan kompetitif di tingkat daerah maupun regional.
"Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada penguatan kapasitas manajemen usaha, pengelolaan keuangan, dan keberlanjutan kelembagaan kelompok. Harapannya, masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar dan berkelanjutan," kata Rahmi.
Program Pemberdayaan Wilayah tersebut diharapkan menjadi model kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam mendorong pengembangan sektor perikanan budidaya. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, program ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi lokal di Kabupaten Maros.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....