Unibos Makassar dan BRIDA Mimika Susun Kajian Strategis

  • 13 Jun 2026 19:32 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar — Universitas Bosowa kembali memperkuat kontribusinya dalam mendukung pembangunan daerah berbasis riset melalui pelaksanaan Rapat Koordinasi Kerja Sama antara Pusat Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Bosowa dan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Mimika. Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting pada , Jumat, 12 Juni 2026 tersebut menjadi langkah awal penyusunan Kajian Strategis Pengembangan Wilayah Distrik Mimika Barat Jauh, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.

Rapat koordinasi tersebut merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman yang sebelumnya telah disepakati kedua institusi. Melalui kerja sama ini, Universitas Bosowa dan BRIDA Kabupaten Mimika berkomitmen menghadirkan kajian komprehensif yang dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan wilayah terpencil, khususnya di kawasan Distrik Mimika Barat Jauh yang memiliki tantangan geografis dan sosial ekonomi yang cukup kompleks.

Kegiatan tersebut dihadiri Rektor Universitas Bosowa Prof. Dr. Ir. Batara Surya, S.T., M.Si., Kepala BRIDA Kabupaten Mimika Slamet Sutejo, S.STP., M.Si., Sekretaris BRIDA Kabupaten Mimika Darius Sabon Rain, S.E., M.Ec., Tenaga Ahli Pusat Studi PWK Universitas Bosowa, koordinator kegiatan Muh. Idris Taking, S.T., M.S.P., serta sejumlah pimpinan dan tim teknis dari kedua lembaga yang terlibat dalam penyusunan kajian strategis tersebut.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Bosowa Prof. Batara Surya menegaskan bahwa penelitian dan kajian yang dilakukan tidak boleh berhenti sebagai dokumen akademik semata. Menurutnya, hasil kajian harus mampu melahirkan solusi yang dapat diterapkan secara nyata untuk mengurangi kesenjangan pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil dan tertinggal.

“Bagaimana model pengembangan wilayah dan infrastruktur dapat dirumuskan sehingga kesenjangan pembangunan dan kemiskinan tidak semakin melebar. Jika kawasan pesisir memiliki potensi yang menonjol, maka sektor ekonomi seperti pariwisata, perikanan, dan ekonomi berbasis sumber daya lokal harus menjadi bagian dari strategi pengembangannya. Yang paling penting adalah bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan pembangunan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Prof. Batara juga menekankan bahwa aspek keberlanjutan harus menjadi landasan utama dalam setiap rekomendasi yang dihasilkan. Ia berharap kajian tersebut mampu menghasilkan kerangka regulasi dan rekomendasi kebijakan yang dapat mendukung percepatan pembangunan wilayah sekaligus menjadi referensi penting bagi pemerintah daerah bahkan pada tingkat nasional.

Sementara itu, Kepala BRIDA Kabupaten Mimika, Slamet Sutejo, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin dengan Universitas Bosowa. Menurutnya, pendekatan pembangunan berbasis riset sangat diperlukan untuk menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran, terukur, serta mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan yang dihadapi masyarakat di Distrik Mimika Barat Jauh.

“Kami akan memberikan dukungan penuh selama proses implementasi berlangsung. Kajian ini sangat penting karena akan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi riil masyarakat di Distrik Mimika Barat Jauh,” katanya.

Koordinator kegiatan sekaligus Tenaga Ahli Pusat Studi PWK Universitas Bosowa, Muh. Idris Taking, menjelaskan bahwa kajian tersebut akan menggunakan pendekatan multidisiplin. Analisis yang dilakukan meliputi aspek fisik wilayah, sosial budaya, ekonomi, infrastruktur, tata kelola pemerintahan, hingga perumusan strategi pembangunan jangka menengah yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat setempat.

Ia menambahkan bahwa tim peneliti akan menggunakan berbagai metode ilmiah, mulai dari survei lapangan, wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (GIS), hingga pendekatan SWOT dan TOWS. Metode tersebut diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif dan mudah diimplementasikan oleh pemerintah daerah.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris BRIDA Kabupaten Mimika Darius Sabon Rain menekankan pentingnya penyusunan kerangka kerja yang sistematis agar seluruh tahapan kajian dapat berjalan sesuai target yang telah ditetapkan. Ia menilai hasil kajian nantinya akan menjadi salah satu pijakan penting dalam penyusunan arah pembangunan Kabupaten Mimika pada beberapa tahun mendatang.

Melalui kerja sama ini, Universitas Bosowa dan BRIDA Kabupaten Mimika berharap dapat menghadirkan model pembangunan wilayah berbasis riset yang tidak hanya mengidentifikasi berbagai persoalan pembangunan, tetapi juga memetakan potensi unggulan daerah seperti sektor perikanan, pariwisata, sumber daya alam, dan pemberdayaan masyarakat adat. Hasil kajian tersebut ditargetkan menjadi referensi utama Pemerintah Kabupaten Mimika dalam menyusun program pembangunan periode 2026 hingga 2030 yang berorientasi pada keberlanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....