Pakar Pendidikan Soroti Ancaman Pungli di Pelaksanaan SPMB

  • 08 Jun 2026 21:46 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Praktik pungutan liar (pungli) dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) masih berpotensi terjadi meski proses seleksi telah dilakukan secara digital. Pakar pendidikan Makassar,Dr. Fitriyani Rachman, S.Pd., M.Pd menilai digitalisasi memang mampu meningkatkan transparansi, namun belum sepenuhnya menghilangkan celah penyimpangan yang dipengaruhi oleh faktor manusia.

Menurutnya, tingginya minat masyarakat untuk memasukkan anak ke sekolah favorit menjadi salah satu faktor utama yang memicu munculnya praktik pungli. Kondisi tersebut semakin rentan ketika jumlah pendaftar jauh melebihi kuota yang tersedia.

“Teknologi dapat membantu menciptakan sistem yang lebih transparan, tetapi pengawasan tetap menjadi faktor penting. Ketika persaingan masuk sekolah favorit sangat tinggi, peluang munculnya praktik-praktik yang tidak sesuai aturan masih terbuka,” ujar Pakar Pendidikan Dr. Fitriyani Rachman, S.Pd., M.Pd

Ia menjelaskan, pungli dalam proses penerimaan murid baru tidak hanya merugikan calon peserta didik yang memenuhi syarat, tetapi juga mencederai prinsip keadilan dalam pendidikan. Siswa yang seharusnya diterima berdasarkan prestasi atau kriteria yang telah ditetapkan berpotensi tersingkir oleh pihak yang memiliki kemampuan finansial atau akses tertentu.

Dalam jangka panjang, praktik tersebut dinilai dapat merusak tata kelola pendidikan dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah negeri maupun pemerintah sebagai penyelenggara layanan pendidikan.

“Ketika masyarakat melihat adanya ketidakadilan dalam proses penerimaan, akan muncul anggapan bahwa akses pendidikan diperoleh melalui uang atau koneksi, bukan melalui mekanisme yang telah ditetapkan,” kata Fitri nama sapaannya.

Meski demikian, ia mengapresiasi berbagai upaya yang dilakukan pemerintah dan Dinas Pendidikan untuk memperkuat transparansi dalam pelaksanaan SPMB. Kehadiran sistem digital, keterbukaan informasi, serta kanal pengaduan masyarakat dinilai menjadi langkah penting dalam mencegah praktik penyimpangan.

Pakar pendidikan tersebut juga mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak pada anggapan bahwa sekolah negeri merupakan satu-satunya pilihan. Menurutnya, banyak sekolah swasta yang saat ini memiliki kualitas pendidikan yang tidak kalah baik dan bahkan menjadi pilihan utama masyarakat.

“Yang terpenting adalah memastikan anak mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas. Saat ini banyak sekolah swasta yang mampu bersaing dan memiliki mutu pendidikan setara dengan sekolah-sekolah favorit,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....