Peralatan Rumah yang Bikin Listrik Boros

  • 21 Mei 2026 21:00 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID,Makassar – Sejumlah peralatan rumah tangga menjadi penyumbang terbesar konsumsi listrik di rumah. Peralatan yang menghasilkan panas, pendingin, atau menyala terus-menerus diketahui paling banyak meningkatkan tagihan listrik rumah tangga.

Dilansir dari energysavingtrust.org.uk. Mesin cuci, mesin pencuci piring, dan pengering pakaian menjadi kelompok peralatan dengan konsumsi energi tertinggi. Ketiganya diperkirakan menyumbang sekitar 14 persen dari total penggunaan listrik rumah tangga karena membutuhkan daya besar untuk memanaskan air maupun udara saat digunakan.

Penggunaan peralatan tersebut dapat dihemat dengan mencuci pada suhu lebih rendah, menjalankan mesin saat muatan penuh, serta memanfaatkan mode hemat energi atau eco mode. Lemari es dan freezer juga termasuk pengguna listrik terbesar dengan kontribusi sekitar 13 persen dari total konsumsi energi rumah.

Kedua perangkat ini bekerja tanpa henti selama 24 jam untuk menjaga suhu tetap stabil. Karena itu, memilih kulkas dan freezer dengan efisiensi energi tinggi dinilai penting untuk menekan biaya listrik jangka panjang.

Model hemat energi dapat mengurangi konsumsi listrik meski kapasitas penyimpanannya lebih besar. Perangkat elektronik seperti televisi, laptop, dan konsol permainan turut menyumbang sekitar 6 persen dari tagihan listrik rumah tangga.

Konsumsi energi meningkat ketika perangkat dibiarkan dalam mode siaga atau standby. Mematikan perangkat sepenuhnya saat tidak digunakan dapat membantu mengurangi penggunaan listrik. Selain itu, ukuran layar televisi juga memengaruhi besarnya konsumsi daya.

Sementara itu, sistem pencahayaan rumah menyumbang sekitar 5 persen dari total tagihan listrik. Penggunaan lampu LED dinilai lebih hemat dibanding lampu halogen karena membutuhkan daya lebih kecil dan memiliki usia pakai lebih panjang.

Mengganti seluruh lampu rumah dengan LED dapat membantu mengurangi biaya listrik tahunan secara signifikan. Peralatan dapur seperti oven, microwave, dan ketel listrik juga berkontribusi terhadap penggunaan energi rumah tangga.

Meski porsinya lebih kecil, sekitar 4 persen, penggunaan yang tidak efisien tetap dapat meningkatkan tagihan listrik. Microwave disebut lebih hemat energi dibanding oven karena hanya memanaskan makanan tanpa memanaskan seluruh ruang udara di dalam alat.

Selain itu, menghindari mengisi ketel listrik secara berlebihan juga dapat membantu mengurangi konsumsi daya. Para ahli menyarankan masyarakat memilih peralatan rumah tangga dengan label hemat energi dan menggunakan perangkat secara efisien untuk menekan pengeluaran listrik sekaligus mengurangi konsumsi energi rumah tangga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....