UMI Makassar dan ITBM Bahas Buku Peradaban Bugis-Melayu

  • 13 Mei 2026 20:05 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Kuala Lumpur — Universitas Muslim Indonesia kembali memperkuat langkah internasionalisasinya melalui pertemuan strategis bersama Institut Terjemahan dan Buku Malaysia dalam rangka membahas penulisan buku internasional bertajuk “Peradaban Bugis, Melayu dan Islam: Penilaian Semula Tatanan Global”. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Meeting ITBM, Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa 12 Mei 2026 tersebut menjadi bagian dari penguatan kerja sama akademik, penerbitan internasional, serta pengembangan literasi global antara kedua institusi.

Delegasi UMI dipimpin langsung oleh Hattah Fattah bersama Muhammad Ishaq Samad. Sementara dari pihak ITBM, pertemuan dipimpin oleh Sakri Abdullah beserta jajaran. Fokus utama pembahasan adalah penyusunan buku akademik yang mengangkat nilai-nilai peradaban Bugis, Melayu, dan Islam sebagai bagian penting dari khazanah intelektual serta budaya Asia Tenggara yang dinilai memiliki relevansi besar dalam membaca arah tatanan global modern.

Buku tersebut diharapkan tidak hanya menjadi karya akademik lintas negara, tetapi juga menjadi kontribusi strategis dalam membangun narasi peradaban yang moderat, humanis, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman. Dalam pertemuan tersebut, Prof. Hattah Fattah menyampaikan kerja sama itu menjadi langkah penting bagi UMI dalam memperkenalkan warisan intelektual dan budaya Bugis-Melayu kepada masyarakat internasional melalui pendekatan akademik dan literasi global.

“Peradaban Bugis dan Melayu memiliki kontribusi besar dalam membangun tradisi maritim, perdagangan, pendidikan, dan nilai sosial keislaman yang moderat di Asia Tenggara. Ini adalah kekayaan peradaban yang harus diperkenalkan kepada dunia,” ujar Hattah Fattah.

Menurutnya, penguatan literasi berbasis budaya dan sejarah kawasan menjadi penting untuk memperkaya perspektif global terhadap kontribusi peradaban Asia Tenggara dalam perkembangan dunia modern. Melalui kolaborasi tersebut, UMI berharap karya akademik yang dihasilkan dapat menjadi referensi internasional sekaligus memperkuat diplomasi intelektual Indonesia di tingkat global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....