Mahasiswa UIN Alauddin Makassar Gelar Workshop Literasi Media
- 08 Mei 2026 14:59 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Gowa — Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar menggelar workshop literasi media di SMA Negeri 8 Gowa pada Jumat, 8 Mei 2026. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Navigasi di Era Post-Truth: Seni Membedakan Fakta dan Manipulasi Digital” sebagai upaya meningkatkan kemampuan siswa dalam menghadapi arus informasi digital yang semakin kompleks.
Workshop ini menjadi langkah edukatif untuk membekali generasi muda dengan kemampuan berpikir kritis dalam menyaring informasi yang beredar di media sosial maupun platform digital lainnya. Kegiatan berlangsung interaktif dengan melibatkan siswa dalam berbagai diskusi mengenai hoaks, manipulasi informasi, hingga pentingnya verifikasi sumber berita sebelum menyebarkannya kembali.
Perwakilan guru SMA Negeri 8 Gowa, Naing, menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Alauddin Makassar yang dinilai memberi manfaat besar bagi siswa dalam memahami tantangan dunia digital saat ini. “Kami sangat berterima kasih atas kehadiran mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Alauddin Makassar. Kemampuan membedah informasi kini menjadi kebutuhan penting agar siswa tidak mudah terjebak dalam berita atau narasi yang menyesatkan di media sosial,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dibuka oleh dosen pengampu mata kuliah Teknik Presentasi dan Negosiasi, Suryani Musi. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menghubungkan teori akademik dengan realitas sosial yang dihadapi generasi muda di era post-truth. “Pemahaman teori saja tidak cukup tanpa disandingkan dengan kenyataan di lapangan. Mahasiswa dan pelajar perlu memiliki pondasi berpikir yang kuat agar tidak mudah terombang-ambing oleh distorsi informasi,” katanya.
Pada sesi materi pertama, Dea Audia Elsaid membahas tentang fenomena post-truth dan perubahan pola konsumsi informasi di era digital. Ia menjelaskan bahwa algoritma media sosial sering kali membuat batas antara fakta dan opini menjadi kabur sehingga pengguna internet harus lebih kritis dalam menerima informasi. “Saat ini media sosial cenderung menampilkan informasi yang ingin kita dengar, bukan selalu yang benar. Karena itu, penting untuk selalu memverifikasi sumber informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya,” jelasnya.
Sementara itu, pada sesi kedua, Suryani Musi membawakan materi bertajuk “Kamu Boleh Viral, Tapi Harus Benar”. Dalam pemaparannya, ia mengingatkan bahwa popularitas di media sosial tidak boleh mengabaikan etika dan kebenaran informasi yang disampaikan kepada publik. “Menjadi viral boleh saja, tetapi konten yang dibuat harus tetap benar dan bertanggung jawab. Jangan sampai konten yang dibagikan justru menjadi sumber kebingungan atau disinformasi bagi masyarakat,” tegasnya.
Selain pemaparan materi, workshop juga diisi dengan sesi tanya jawab dan diskusi interaktif yang membuat siswa antusias berbagi pengalaman terkait penggunaan media sosial. Peserta diajak memahami pentingnya menjaga integritas informasi serta membangun budaya digital yang sehat dan bertanggung jawab.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi FDK UIN Alauddin Makassar berharap literasi digital dapat menjadi fondasi penting bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan era informasi. Kolaborasi antara kampus dan sekolah diharapkan mampu melahirkan masyarakat digital yang lebih kritis, cerdas, dan berintegritas.(UIN-Rizki Awaliyah Ramadhani)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....