Peneliti Dana Indonesiana Kaji Moderasi Diponegoro untuk Perkuat Toleransi
- 06 Mei 2026 15:22 WIB
- Makassar
RRI. CO. ID, Makassar – Tim peneliti penerima program Dana Indonesiana yang terdiri dari Ketua Peneliti, Rifal, dan anggota Ilham Samudra Sanur dan Ahmad Nur Alif tengah melaksanakan penelitian bertajuk “Jejak Moderasi Diponegoro: Merawat Toleransi dan Budaya Inklusi di Makassar.” Penelitian ini bertujuan untuk menggali nilai-nilai moderasi yang diwariskan oleh Pangeran Diponegoro serta relevansinya dalam memperkuat kehidupan sosial yang inklusif di Kota Makassar.
Penelitian ini diawali dengan rapat koordinasi tim yang membahas strategi pelaksanaan kegiatan, termasuk penentuan lokasi observasi dan narasumber utama. Dalam tahap awal, tim melakukan observasi lapangan pada 25 hingga 27 Februari 2026 dengan mengunjungi sejumlah lokasi penting, seperti Makam Pangeran Diponegoro, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kota Makassar, serta melakukan pertemuan dengan tokoh kunci, yaitu Raden Mas Hamzah Diponegoro dan Ketua IKAPADI Makassar, RM. Saiful Achmad Diponegoro menjadi bagian dari rencana observasi sebagai upaya memperluas perspektif penelitian.
Memasuki tahap pertama, penelitian dilaksanakan pada 5 hingga 18 Maret 2026 yang bertepatan dengan bulan Ramadhan. Pada fase ini, tim peneliti menerapkan metode observasi partisipatif dengan terlibat langsung dalam aktivitas keseharian dan kegiatan keagamaan keluarga RM. Saiful Diponegoro.
Pendekatan ini dilakukan untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai praktik moderasi dalam kehidupan nyata. Seluruh aktivitas dicatat secara sistematis dalam logbook harian serta didukung dengan dokumentasi lapangan yang komprehensif.
Setelah tahap ini, kegiatan penelitian sempat dihentikan sementara untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri. Penelitian kemudian dilanjutkan pada tahap kedua yang berlangsung pada 1 hingga 15 April 2026.
Tahap ini difokuskan pada proses verifikasi dan pendalaman data, khususnya melalui cross-check hasil wawancara tahap pertama serta pelaksanaan wawancara lanjutan dengan narasumber utama. Langkah ini dilakukan untuk memastikan validitas dan konsistensi data yang telah diperoleh, sekaligus memperkaya analisis penelitian.
Dalam pelaksanaannya, tim peneliti juga menyiapkan berbagai aspek administratif, termasuk surat tugas resmi sebagai bentuk legalitas kegiatan penelitian. Hal ini menjadi penting untuk mendukung kelancaran akses ke lokasi penelitian dan interaksi dengan narasumber.
Menurut RM. Saiful Achmad Diponegoro, nilai-nilai yang diwariskan oleh Pangeran Diponegoro tidak hanya berkaitan dengan perjuangan fisik, tetapi juga menyangkut dimensi etika dan spiritual yang sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Ia menegaskan bahwa, Diponegoro bukan hanya sosok pejuang dalam arti perang, tetapi juga teladan dalam menjaga keseimbangan hidup, menghormati sesama, dan membangun hubungan sosial yang berlandaskan nilai keadaban.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa moderasi bukanlah konsep yang diajarkan secara teoritis, melainkan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. “Dalam keluarga kami, nilai itu tidak diajarkan dengan ceramah, tetapi ditunjukkan melalui sikap. Bagaimana menerima orang lain, bagaimana menyikapi perbedaan, itu semua adalah bagian dari warisan yang terus dijaga,” ujarnya.
Melalui rangkaian kegiatan ini, tim peneliti berharap dapat menghasilkan temuan yang tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat. Nilai-nilai moderasi yang diwariskan oleh Diponegoro diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam membangun kehidupan sosial yang lebih toleran, inklusif, dan harmonis di tengah keberagaman Kota Makassar.
Ke depan, hasil penelitian ini akan dikembangkan dalam bentuk buku ilmiah sebagai bagian dari upaya produksi pengetahuan kolektif yang dapat diakses oleh publik luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....