AI Baru Google Translate Bantu Pengucapan
- 02 Mei 2026 13:23 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Di usia ke-20 tahun, Google Translate tak lagi sekadar menjadi alat penerjemah teks. Google kini membawa layanannya selangkah lebih maju dengan menghadirkan fitur praktik pelafalan berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk membantu pengguna berbicara lebih percaya diri dalam bahasa asing.
Fitur terbaru ini diperkenalkan sebagai bagian dari perayaan dua dekade Google Translate sejak pertama kali diluncurkan pada 28 April 2006. Melalui fitur tersebut, pengguna Android kini dapat melatih cara pengucapan kata atau frasa secara langsung hanya dengan menekan tombol “Practice” setelah hasil terjemahan muncul.
Dilansir dari Teknologi.id, teknologi AI di balik fitur ini mampu menganalisis suara pengguna secara real-time. Sistem kemudian memberikan evaluasi langsung terkait akurasi pelafalan, sehingga pengguna bisa mengetahui bagian mana yang perlu diperbaiki sebelum berbicara di situasi nyata.
Untuk tahap awal, fitur praktik pelafalan baru tersedia di perangkat Android untuk wilayah Amerika Serikat dan India dengan dukungan bahasa Inggris, Spanyol, serta Hindi. Kehadiran fitur ini melengkapi teknologi berbasis Gemini yang sebelumnya sudah lebih dulu hadir di Google Translate.
Perjalanan Google Translate sendiri menunjukkan perkembangan besar teknologi bahasa dalam dua dekade terakhir. Saat pertama kali diluncurkan, layanan ini masih menggunakan sistem statistik berbasis pola kata. Namun sejak 2016, Google mulai mengandalkan teknologi neural network dan deep learning untuk menghasilkan terjemahan yang lebih alami dan kontekstual.
Kini, dengan dukungan model AI Gemini dan perangkat Tensor Processing Unit terbaru, Google Translate mampu menangani percakapan kompleks secara real-time. Teknologi ini bahkan sudah digunakan dalam fitur Live Translate yang memungkinkan percakapan lintas bahasa berlangsung lebih lama dan natural.
Google juga mengungkap bahwa layanan terjemahannya kini mendukung hampir 250 bahasa yang mencakup sekitar 95 persen populasi dunia. Setiap bulan, lebih dari satu miliar pengguna memanfaatkan Google Translate dengan total sekitar satu triliun kata diterjemahkan melalui berbagai layanan Google.
Menariknya, di balik kemajuan teknologi tersebut, kata-kata yang paling sering diterjemahkan tetaplah ungkapan sederhana seperti “terima kasih”, “halo”, hingga “aku mencintaimu.” Hal ini menunjukkan bahwa di tengah perkembangan AI yang semakin canggih, kebutuhan dasar manusia untuk terhubung satu sama lain tetap menjadi inti utama dari teknologi komunikasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....