Rektor UIM Al-Gazali: Budaya Kampus Sehat dan Beretika Tanggung Jawab Bersama
- 30 Apr 2026 15:29 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Rektor Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali, Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., M.Ag, menegaskan membangun budaya kampus yang sehat dan beretika bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, melainkan kewajiban bersama seluruh unsur sivitas akademika. Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan Talkshow Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT) yang dilaksanakan oleh Fungsional Kemahasiswaan UIM Al-Gazali di Auditorium KH. Muhyiddin Zain, Rabu, 29 April 2026.
Kegiatan talkshow yang mengangkat tema “Bangkit Bersama: Membangun Budaya Kampus yang Sehat dan Beretika” itu diikuti oleh seluruh mahasiswa UIM Al-Gazali. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi kampus untuk memperkuat komitmen dalam menciptakan lingkungan akademik yang aman, nyaman, inklusif, serta bebas dari segala bentuk kekerasan.
Tidak hanya sebagai forum edukasi, kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi bersama tentang pentingnya menjunjung tinggi nilai etika, penghormatan, dan integritas dalam kehidupan kampus. Prof. Muammar Bakry menekankan perguruan tinggi harus menjadi tempat tumbuhnya ilmu pengetahuan sekaligus pembentukan karakter.
Menurutnya, kualitas sebuah kampus tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari sejauh mana kampus tersebut mampu membangun budaya yang sehat, bermartabat, dan berlandaskan nilai moral. “Kebangkitan bersama dalam membangun budaya kampus yang sehat dan beretika merupakan kewajiban bersama. Mulai dari pimpinan universitas, para dekan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, dan seluruh mahasiswa UIM Al-Gazali,” tegas Rektor UIM Al-Gazali.
Ia menambahkan tanggung jawab menjaga budaya kampus tidak bisa dibebankan hanya kepada pimpinan atau satuan tertentu. Semua pihak harus mengambil peran aktif sesuai posisi dan tanggung jawab masing-masing.
Pimpinan kampus dituntut menghadirkan kebijakan yang berpihak pada perlindungan dan pembinaan sivitas akademika, dosen menjadi teladan dalam perilaku dan interaksi, tenaga kependidikan mendukung terciptanya pelayanan yang profesional, sementara mahasiswa menjadi agen utama dalam menumbuhkan budaya saling menghargai di lingkungan kampus.
Lebih lanjut, Prof. Muammar Bakry mengaitkan pesan tersebut dengan arah besar pembangunan UIM Al-Gazali sebagaimana tertuang dalam visi-misi kampus. Ia menegaskan semangat membangun kampus yang sehat dan beretika sejalan dengan nilai-nilai yang diusung dalam Visi-Misi Kemilau Bintang Sembilan.
“Seperti juga yang dituangkan dalam Visi-Misi Kemilau Bintang Sembilan, inilah yang menjadi fondasi dasar yang melahirkan sarjana yang memiliki integritas,” ujarnya.
Menurutnya, integritas adalah salah satu ciri utama lulusan perguruan tinggi yang berkualitas. Sarjana tidak cukup hanya memiliki kecakapan intelektual, tetapi juga harus dibekali akhlak, etika, dan tanggung jawab sosial.
Karena itu, kampus perlu terus memperkuat ekosistem yang mendukung lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara moral dan emosional. Pelaksanaan talkshow PPKPT ini menjadi bagian dari upaya nyata UIM Al-Gazali dalam membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.
Isu kekerasan di kampus kini menjadi perhatian serius banyak pihak, karena menyangkut keselamatan, kenyamanan, dan hak setiap warga kampus untuk belajar dan berkembang dalam suasana yang positif. Oleh sebab itu, forum seperti ini dinilai penting untuk menanamkan pemahaman bahwa kampus harus menjadi ruang yang aman bagi semua.
Tema “Bangkit Bersama” yang diusung dalam kegiatan ini juga merefleksikan semangat kolektif untuk bergerak secara serentak dalam membangun perubahan. Bangkit bersama tidak hanya berarti menolak segala bentuk kekerasan, tetapi juga menguatkan budaya dialog, rasa hormat, kepedulian, serta keberanian untuk saling menjaga.
Dalam konteks kehidupan perguruan tinggi, nilai-nilai tersebut menjadi dasar penting bagi terciptanya suasana belajar yang sehat, produktif, dan manusiawi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....