Belajar Lintas Negara, Mahasiswi UIN Alauddin Bertumbuh

  • 26 Apr 2026 15:34 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar — Pengalaman mengikuti program Education Impact Study International di Malaysia memberikan kesan mendalam bagi Mujaddidatul Musyarrafah, mahasiswi Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Program yang berlangsung pada 16 hingga 20 April 2026 tersebut menjadi ruang pembelajaran lintas budaya yang berharga.

Selama berada di Malaysia, Musyarrafah bersama peserta lainnya mengikuti berbagai kegiatan edukatif, seperti diskusi mengenai budaya, kebiasaan masyarakat, serta kebijakan pengembangan ilmu pengetahuan di negara tersebut. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif tentang dinamika global yang relevan dengan perkembangan zaman.

Selain itu, peserta juga melakukan kunjungan ke lembaga pendidikan, situs bersejarah, dan objek wisata budaya. Kunjungan tersebut bertujuan untuk mengenal lebih dekat nilai-nilai kearifan lokal serta praktik pelestarian budaya yang diterapkan di Malaysia dalam kehidupan sehari-hari masyarakatnya.

Interaksi langsung dengan pelajar dan masyarakat dari berbagai negara menjadi bagian penting dalam program ini. Melalui komunikasi tersebut, peserta dapat bertukar pengalaman serta memperluas perspektif mengenai perbedaan budaya, sistem sosial, serta cara pandang dalam menyikapi isu global.

“Kami merasa sangat beruntung dapat belajar langsung di negara tetangga, bertemu dengan banyak teman baru dari berbagai latar budaya, serta mempelajari hal-hal baru yang sebelumnya belum kami ketahui,” ujar Musyarrafah, Sabtu 25 April 2026.

Ia menambahkan bahwa pengalaman tersebut memberikan perspektif baru dalam melihat bagaimana masyarakat Malaysia menjaga dan melestarikan budaya mereka. Menurutnya, nilai-nilai tersebut dapat menjadi inspirasi untuk diterapkan dalam kehidupan sosial di Indonesia, khususnya di lingkungan kampus.

Pengalaman internasional ini juga memberikan dampak positif dalam meningkatkan kepercayaan diri serta kemampuan adaptasi mahasiswa dalam lingkungan multikultural. Hal tersebut menjadi modal penting bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks dan dinamis.

Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Muhaemin Latif, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia berharap pengalaman ini dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan internasional dan terus mengembangkan potensi diri demi kemajuan institusi dan bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....