Unismuh–Malaysia Bahas Pendekatan Pendidikan Modern
- 16 Apr 2026 16:29 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Guru Besar Universitas Muhammadiyah Makassar, Eny Syatriana, tampil sebagai pembicara tamu dalam kegiatan guest lecture hasil kolaborasi dengan Politeknik Besut, yang berlangsung pada 15–16 April 2026. Dalam presentasinya bertajuk A Comprehensive Review of Five Educational Approaches: From Pedagogy to Cybergogy, Eny mengulas lima pendekatan pendidikan modern, yakni pedagogy, andragogy, peeragogy, heutagogy, dan cybergogy.
Kelima pendekatan tersebut dinilai relevan dalam menjawab tantangan pendidikan abad ke-21 yang terus berkembang seiring pesatnya teknologi digital. Menurutnya, tidak ada satu pendekatan yang dapat berdiri sendiri secara ideal dalam praktik pembelajaran.
Dunia pendidikan membutuhkan kombinasi strategi yang fleksibel agar mampu menyesuaikan dengan karakteristik peserta didik yang beragam serta dinamika lingkungan belajar. “Pendekatan pembelajaran perlu dirancang secara fleksibel, terutama untuk menyesuaikan karakter peserta didik, konteks belajar, dan tuntutan keterampilan abad modern,” ujarnya dalam pemaparan materi, Rabu 15 April 2026.
Ia menambahkan, kelima pendekatan tersebut sangat relevan dalam pembelajaran Bahasa Inggris dan pengembangan kompetensi abad ke-21. Kompetensi tersebut meliputi kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, serta literasi digital yang kini menjadi kebutuhan utama dalam dunia pendidikan global.
Dalam pemaparannya, Eny juga menyoroti masih terbatasnya penelitian empiris terkait penerapan terpadu dari kelima pendekatan tersebut, khususnya di kawasan Asia Tenggara. Karena itu, ia mendorong pengembangan model pembelajaran baru yang adaptif terhadap teknologi sekaligus mempertimbangkan konteks lokal dan budaya.
Sementara itu, perwakilan tim riset dari Malaysia, Nor Rulmaisura binti Mohammad, menilai kegiatan kolaboratif ini memberikan inspirasi bagi pengembangan riset di institusinya. Ia menyebut kerja sama lintas negara membuka peluang baru dalam penguatan jaringan akademik.
“Kerja sama ini sangat memberi inspirasi kepada tim riset kami, terutama dalam membuka peluang kolaborasi akademik yang lebih luas,” katanya.
Kegiatan guest lecture ini mendapat sambutan positif dari peserta yang terdiri atas dosen, guru, mahasiswa, serta praktisi pendidikan dari Indonesia dan Malaysia. Forum tersebut menjadi ruang strategis untuk bertukar gagasan dan pengalaman dalam merespons tantangan pendidikan di tingkat regional.
Kerja sama akademik lintas negara seperti ini diharapkan terus berlanjut sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan. Di tengah perubahan zaman yang cepat, kolaborasi menjadi kunci dalam mendorong lahirnya sistem pendidikan yang adaptif, inklusif, dan berbasis teknologi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....