Dari Kebun ke Camilan Sehat: Kisah Jeruk Kecil yang Punya Potensi Besar
- 13 Apr 2026 18:23 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Siapa sangka buah sekecil ibu jari bisa menjadi solusi pangan masa depan? BRIN membuktikannya lewat inovasi lembaran jeruk Gamindo B camilan tipis, elastis, dan kaya vitamin C yang lahir dari riset mendalam atas komoditas lokal yang selama ini kurang dilirik.
Di antara ratusan varietas jeruk yang tumbuh di Indonesia, jeruk Gamindo B termasuk yang belum banyak dikenal masyarakat luas. Penampilannya memang tidak mencolok, buahnya kecil, seukuran ibu jari, dengan warna kuning oranye cerah saat matang.
Namun jangan salah, di balik ukurannya yang mungil tersimpan kekayaan nutrisi yang luar biasa. Jeruk ini berasal dari jenis Nagami atau yang dikenal secara internasional sebagai kumquat.
Tidak seperti jeruk pada umumnya, Gamindo B punya keistimewaan unik, kulitnya bisa langsung dimakan bersama dagingnya. Rasa asam-manis yang khas berpadu dengan kandungan senyawa bioaktif seperti flavonoid, pektin, minyak atsiri, dan tentu saja vitamin C dalam jumlah yang cukup tinggi.
Kementerian Pertanian bahkan telah secara resmi menetapkannya sebagai varietas unggul nasional. Di balik potensinya yang besar, jeruk Gamindo B menghadapi tantangan klasik yang dialami banyak komoditas buah tropis, umur simpan yang pendek.
Kandungan airnya yang tinggi membuat buah ini cepat rusak setelah dipanen. Jika tidak segera dikonsumsi atau diolah, kerugian pascapanen pun tidak bisa dihindari.
Selama ini pengolahannya masih sangat terbatas sebatas dikonsumsi segar atau dijadikan produk sederhana yang nilai jualnya rendah. Padahal potensinya jauh lebih besar dari itu.
Dilansir dari Laman Resmi BRIN (Brian.go.id), Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan (PRTPP) BRIN mengambil peran. Mereka mengembangkan inovasi yang disebut lembaran jeruk sebuah produk camilan tipis dan elastis yang diolah dari seluruh bagian buah Gamindo B, kecuali bijinya.
Bayangkan seperti fruit leather yang sudah populer di luar negeri, namun kini hadir dengan bahan baku asli Indonesia. Proses pembuatannya tergolong sederhana namun terstruktur.
Buah melalui tahap sortasi dan pencucian, lalu direndam untuk menjaga kecerahan warnanya. Setelah itu dihancurkan menjadi puree, dicampur dengan gula dan karagenan sebagai pembentuk tekstur, kemudian dikeringkan menggunakan dehydrator hingga terbentuk lembaran tipis yang siap dikonsumsi.
Hasilnya adalah produk yang tidak hanya tahan lama, tetapi juga enak dan bergizi. Dari sisi kandungan nutrisi, hasilnya cukup mengejutkan.
Setelah melewati serangkaian proses pengolahan, lembaran jeruk Gamindo B masih mempertahankan kandungan vitamin C yang tinggi, yakni 83,16 mg per 100 gram angka yang mendekati kandungan vitamin C buah segarnya.
Sebuah pencapaian yang tidak mudah, mengingat vitamin C dikenal mudah rusak oleh panas. Produk ini juga memiliki aktivitas antioksidan sebesar 51,72 persen yang berguna menangkal radikal bebas, serta kandungan serat pangan kasar sebesar 1,77 persen yang baik untuk pencernaan.
Kombinasi ini menjadikan lembaran jeruk Gamindo B layak disebut pangan fungsional makanan yang tidak sekadar mengenyangkan, tetapi memberikan manfaat nyata bagi kesehatan.
Yang membuat inovasi ini semakin menarik adalah kesederhanaannya. Teknologi yang digunakan tidak memerlukan mesin canggih atau bahan impor mahal.
Bahan bakunya tersedia lokal, prosesnya bisa dipelajari, dan peralatannya terjangkau. Ini artinya inovasi dari laboratorium BRIN ini sangat berpotensi diadopsi oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di berbagai daerah penghasil jeruk.
Bayangkan jika petani tidak lagi khawatir hasil panennya rusak sebelum terjual mereka bisa mengolah kelebihan panen menjadi lembaran jeruk bernilai tinggi yang bisa bertahan lebih lama, dikemas menarik, dan dipasarkan lebih luas.
Di tengah tren gaya hidup sehat dan kesadaran masyarakat yang semakin tinggi terhadap asupan nutrisi, lembaran jeruk Gamindo B hadir di waktu yang tepat. Camilan sehat, bahan lokal, teknologi sederhana, dan manfaat yang tidak main-main itulah yang ditawarkan riset BRIN yang membumi ini kepada masyarakat Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....