Unismuh Makassar Tegaskan Pancasila Bagian dari Identitas Muhammadiyah

  • 05 Apr 2026 18:40 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Universitas Muhammadiyah Makassar menegaskan komitmennya dalam memperkuat pemahaman ideologi Pancasila sebagai bagian dari identitas keislaman dan kebangsaan. Hal ini disampaikan dalam kuliah tamu bertajuk Penguatan Wawasan Ideologi Pancasila yang digelar di Aula Teater I-Gift, Gedung Iqra kampus tersebut.

Rektor Unismuh Makassar, Abd. Rakhim Nanda, menekankan bahwa tidak boleh ada jarak antara identitas Muhammadiyah dengan Pancasila sebagai dasar negara. Menurutnya, sejarah telah mencatat keterlibatan tokoh-tokoh Islam, termasuk Muhammadiyah, dalam proses perumusan Pancasila. “Pancasila itu milik Muhammadiyah. Tidak usah alergi dan kalau saya berharap malah lebih kuat nanti gaungnya di Universitas Muhammadiyah Makassar,” ujarnya dalam sambutan, Sabtu, 4 April 2026.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan posisi kampus dalam menempatkan Pancasila sebagai bagian dari kesadaran ideologis, bukan sebagai konsep yang berdiri di luar tradisi Islam. Rektor juga mendorong penguatan kajian Pancasila secara lebih sistematis di lingkungan akademik.

Sebagai tindak lanjut, Universitas Muhammadiyah Makassar menginisiasi pembentukan Pusat Studi Ideologi Pancasila. Langkah ini diharapkan menjadi wadah pengembangan kajian ilmiah sekaligus mengembalikan pemahaman sejarah Pancasila secara utuh.

Dukungan terhadap inisiatif tersebut juga datang dari Muhammad Jufri yang menilai kampus memiliki posisi strategis dalam penguatan ideologi berbasis pendidikan dan riset. Ia bahkan membuka peluang kolaborasi lebih lanjut untuk mendukung pengembangan pusat studi tersebut di Sulawesi Selatan.

Sementara itu, narasumber utama, Muhammad Sabri AR, menekankan bahwa Pancasila tidak boleh berhenti sebagai teks normatif. Ia mendorong agar Pancasila dikaji secara mendalam melalui pendekatan sejarah, bahasa, dan pemikiran agar tetap relevan dalam kehidupan berbangsa. “Kita mendorong terbentuknya pusat studi Pancasila, sehingga Pancasila tidak hanya sekadar menjadi doktrin ideologis, tapi juga menjadi kajian-kajian ilmiah,” jelasnya.

Pada akhir kegiatan, diumumkan pembentukan tim inisiator dengan Andi Sukri Syamsuri sebagai ketua dan Jumiati Nur sebagai sekretaris. Tim ini melibatkan berbagai unsur fakultas sebagai langkah awal pengembangan pusat studi secara kelembagaan.

Dengan langkah tersebut, Unismuh Makassar menegaskan bahwa penguatan Pancasila tidak hanya berhenti pada wacana, tetapi menjadi bagian dari gerakan akademik yang berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....