Popcorn Brain Ancam Konsentrasi Generasi Z

  • 04 Apr 2026 14:46 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Fenomena gangguan fokus di era digital kembali menjadi sorotan. Setelah ramai istilah seperti brain rot, brain fry, hingga kebiasaan doomscrolling, kini Generasi Z dihadapkan pada kondisi baru yang disebut popcorn brain situasi ketika pikiran sulit bertahan pada satu fokus dan terus melompat dari satu hal ke hal lainnya, layaknya jagung yang meletup di dalam pemanggang.

Kondisi ini sering terjadi tanpa disadari. Misalnya, saat seseorang berniat menonton serial di Netflix, namun dalam hitungan menit justru beralih ke video pendek di TikTok hingga berjam-jam. Dilansir dari Teknologi.id, fenomena ini berkaitan dengan kebiasaan otak yang terus mencari stimulasi cepat akibat paparan konten digital yang berlebihan.

Secara ilmiah, popcorn brain menggambarkan perhatian yang terfragmentasi. Pakar menyebutkan, konsumsi media digital yang intens membuat otak terbiasa dengan multitasking dan gratifikasi instan. Akibatnya, kemampuan fokus menurun drastis, bahkan untuk aktivitas sederhana sekalipun. Aliran konten singkat yang terus-menerus juga membuat otak berada dalam kondisi siaga tinggi, sehingga sulit untuk berpikir mendalam dan kreatif.

Meski bukan istilah medis resmi, kondisi ini bisa diatasi. Salah satu cara efektif adalah dengan melatih mindfulness, seperti fokus pada pernapasan atau melakukan meditasi singkat. Selain itu, menciptakan lingkungan kerja yang minim distraksi serta menerapkan teknik seperti Pomodoro dapat membantu mengembalikan ritme fokus.

Langkah penting lainnya adalah membatasi penggunaan gawai. Mengurangi notifikasi, menggunakan satu perangkat dalam satu waktu, hingga melakukan jeda dari media sosial dapat menjadi awal untuk “mereset” pola kerja otak. Dengan kebiasaan yang lebih terkontrol, kemampuan fokus yang sempat terpecah perlahan bisa kembali pulih di tengah derasnya arus digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....