Unismuh Makassar Terima Studi Banding UM Palu

  • 26 Feb 2026 14:43 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar — Universitas Muhammadiyah Makassar menerima kunjungan studi banding dari Universitas Muhammadiyah Palu dalam rangka penguatan tata kelola internasionalisasi perguruan tinggi, Rabu, 25 Februari 2026. Kegiatan berlangsung di Lantai 16 Gedung Iqra dan menjadi forum berbagi praktik baik terkait pengembangan kerja sama global dan penguatan sistem kelembagaan.

Rombongan UM Palu dipimpin langsung Rektor Prof. Dr. H. Rajindra bersama jajaran pimpinan universitas. Mereka disambut oleh Wakil Rektor IV Unismuh Dr. Burhanuddin, M.Si., serta tim Lembaga Kerja Urusan Internasional Unismuh Makassar yang memaparkan strategi dan capaian internasionalisasi kampus. Pertemuan ini difokuskan pada koordinasi kebijakan, manajemen kerja sama, dan penguatan layanan mahasiswa asing.

Koordinator LKUI Unismuh, Maharida, menjelaskan bahwa internasionalisasi tidak hanya berbicara tentang jumlah mitra luar negeri, tetapi juga kesiapan sistem internal. Ia menekankan pentingnya dukungan pimpinan, kesiapan administrasi, hingga budaya kerja yang adaptif agar kerja sama internasional berjalan efektif dan berkelanjutan.

“Kunci internasionalisasi sebenarnya ada pada internalisasi terlebih dahulu. Jika sistem internal sudah memahami arah internasionalisasi, maka kerja sama luar negeri akan jauh lebih mudah dijalankan,” ujarnya dalam sesi pemaparan.

Secara data, Unismuh saat ini menampung 24 mahasiswa asing program penuh atau degree dari tujuh negara, serta sekitar 240 mahasiswa non-degree yang mengikuti pertukaran akademik jangka pendek. Angka tersebut dinilai menjadi indikator meningkatnya kepercayaan internasional terhadap kualitas pendidikan dan layanan akademik kampus.

Salah satu strategi utama yang dipresentasikan adalah program Makassar Academic Cultural Heritage Activity atau MACCA. Program ini menggabungkan pembelajaran akademik dengan pengenalan budaya Bugis-Makassar. Mahasiswa asing mengikuti kegiatan tatap muka selama tujuh hari di Makassar, kemudian melanjutkan pembelajaran daring hingga setara satu semester.

Selain mahasiswa, Unismuh juga memperkuat kolaborasi dosen asing melalui program PANRITA Panelist and Visiting Professor Research Training Activity. Hingga kini, sekitar 71 dosen internasional terlibat dalam pengajaran dan riset lintas fakultas. Sebagian besar berpartisipasi melalui skema kolaborasi tanpa pembiayaan penuh dari kampus, melainkan berbasis kemitraan akademik.

Wakil Rektor IV Dr. Burhanuddin menambahkan, kampus juga mendorong dosen muda berusia di bawah 35 tahun untuk melanjutkan studi magister dan doktoral, termasuk ke luar negeri. Langkah ini dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam mencetak sumber daya manusia yang kompetitif secara global.

"Melalui studi banding ini, kedua perguruan tinggi berharap terjadi pertukaran pengalaman sekaligus penguatan sinergi antar Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Internasionalisasi bukan sekadar prestise, melainkan strategi konkret meningkatkan mutu pendidikan tinggi dan memperluas jejaring akademik di tingkat dunia, "tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....