Tracer Study Unismuh Makassar Perkuat IKU 2025
- 26 Feb 2026 14:37 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar — Universitas Muhammadiyah Makassar terus memperkuat pelaksanaan tracer study sebagai bagian dari strategi peningkatan mutu dan akuntabilitas kinerja perguruan tinggi. Langkah ini sekaligus diarahkan untuk mendukung pelaporan Indikator Kinerja Utama atau IKU tahun 2025 yang ditetapkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, khususnya pada indikator pertama terkait lulusan yang memperoleh pekerjaan layak.
Penguatan tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi tracer study yang digelar Badan Penjaminan Mutu (BPM) Unismuh di I-Gift Theatre Lantai 2 Gedung Iqra, Rabu, 25 Februari 2026. Kegiatan ini melibatkan pimpinan fakultas, ketua dan sekretaris Gugus Kendali Mutu, tim tracer study program studi, hingga unsur teknis pendukung, guna menyamakan langkah dalam pengumpulan dan validasi data alumni secara menyeluruh.
Ketua BPM Unismuh, Dr. Ir. Amrullah Mansida, menegaskan tracer study bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan instrumen strategis untuk membaca kinerja institusi berbasis data nyata. Melalui pelacakan alumni, kampus dapat mengevaluasi kesesuaian kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja serta mengukur kesiapan lulusan dalam berkompetisi di sektor profesional.
“Tracer study ini menjadi cermin kinerja institusi. Dari data alumni, kita bisa membaca relevansi kurikulum, kesiapan lulusan di dunia kerja, sampai bahan evaluasi layanan akademik. Karena itu, data yang terkumpul harus valid dan representatif,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, BPM menetapkan standar minimal keterisian data sebesar 85 persen. Target ini dipandang penting agar hasil pelacakan benar-benar mencerminkan kondisi lulusan secara komprehensif. Program studi yang telah melampaui angka tersebut diprioritaskan masuk tahap pelaporan lebih awal, sementara yang masih tertinggal mendapat pendampingan intensif.
Ketua Bidang Tracer Study BPM, Nasharuddin, menjelaskan pembaruan data dilakukan secara berkala sehingga progres respons alumni bersifat dinamis. Ia menyebut beberapa program studi bahkan telah melewati batas minimal dan siap diunggah ke sistem pelaporan nasional. “Yang sudah melewati 85 persen kami dorong segera melapor, sedangkan yang lain terus kami dampingi agar mengejar target,” jelasnya.
Selain mengejar kuantitas respons, BPM juga menekankan kualitas data. Bersama tim teknologi informasi, dilakukan penyempurnaan mekanisme verifikasi dokumen dan isian alumni agar tidak ada data penting yang kosong. Validasi ini dinilai krusial supaya laporan yang disampaikan benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sekretaris BPM Unismuh, Sandy Pratama, menambahkan percepatan pelaporan harus tetap mengedepankan kehati-hatian. “Kuantitas penting, tetapi kualitas data jauh lebih penting. Kita ingin laporan yang tidak hanya memenuhi target, tetapi juga menjadi dasar kebijakan akademik,” katanya. Ia menyebut hasil tracer study juga akan dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi layanan kampus.
Sebagai strategi jangka menengah, Unismuh menyiapkan penguatan exit tracer, yakni pembaruan data kontak mahasiswa sebelum yudisium agar pelacakan pascalulus lebih mudah. Kampus juga memperluas jejaring dengan pengguna lulusan melalui forum silaturahmi dan pertemuan berkala, guna memastikan kompetensi alumni tetap relevan dengan kebutuhan industri.
Dengan koordinasi lintas unit yang semakin solid, Unismuh optimistis pelaksanaan tracer study tahun ini mampu menghasilkan basis data yang mutakhir, mendukung pelaporan IKU 2025 tepat waktu, sekaligus memperkuat budaya penjaminan mutu secara berkelanjutan di lingkungan kampus.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....