Mengenal Perbedaan Sumber Bunyi Panjang dan Bunyi Pendek
- 14 Feb 2026 13:16 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Bunyi merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari alarm pagi hingga ketukan pintu, semua suara berasal dari benda yang bergetar atau yang secara ilmiah disebut sebagai sumber bunyi.
Namun, manusia hanya bisa mendengar suara jika terdapat zat perantara. Media perantara ini dapat berupa zat padat, zat cair, maupun zat gas (udara). Tanpa perantara tersebut, getaran tidak akan sampai ke telinga kita.
Durasi Bunyi: Panjang dan Pendek
Berdasarkan durasi atau lamanya suara terdengar, bunyi secara umum dikategorikan menjadi dua jenis:
1. Bunyi Panjang
Dikutip dari buku Fonologi (2018) karya Ria Yuliati dan Frida Unsiah, bunyi panjang adalah bunyi yang diucapkan atau berlangsung dalam waktu yang relatif lama.
Contoh Bunyi Panjang:
• Bunyi bel sekolah yang berdering.
• Suara alarm pada ponsel atau jam.
• Suara ayam berkokok di pagi hari.
• Alunan instrumen musik yang dimainkan terus-menerus.
2. Bunyi Pendek
Berbeda dengan bunyi panjang, bunyi pendek hanya berlangsung sesaat atau sangat singkat. Menurut Marsono dalam buku Fonetik (2019), perbedaannya terletak pada seberapa lama frekuensi tersebut bertahan.
Contoh Bunyi Pendek:
• Bunyi orang mengetuk pintu.
• Dentuman palu yang mengenai kayu.
• Suara orang bersin atau batuk.
• Detak jam dinding yang terdengar sekilas.
Memahami jenis-jenis bunyi ini membantu kita mengenali karakteristik sumber suara yang ada di lingkungan sekitar, baik yang bersifat kesinambungan maupun yang terjadi secara spontan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....