EXPO Eksplorasi Aset dan Pemecahan Masalah FKM Unhas

  • 11 Feb 2026 22:13 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin angkatan 2023 sukses menyelenggarakan Expo Eksplorasi Aset dan Pemecahan Masalah (PBL II) dengan tema “Mapping Community Assets: Mengungkap Potensi Sumber Daya untuk Pembangunan Berbasis Masyarakat”. Acara ini yang merupakan puncak dari Praktik Belajar Lapangan (PBL) II ini digelar di Pelataran FKM Unhas pada Rabu, 11 Februari 2026. Expo ini bertujuan untuk mempresentasikan hasil eksplorasi dan pemetaan aset masyarakat serta rancangan aksi strategi penyelesaian masalah yang dilakukan di berbagai lokasi PBL II di Sulawesi Selatan, Kabupaten Soppeng.

Kegiatan ini dihadiri secara langsung oleh Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas Bapak Prof. Sukri Palutturi, SKM., M.Kes., Msc.PH. PhD, para Pengelola dan Supervisor PBL II, seluruh mahasiswa peserta PBL II Tahun 2026, serta para pengunjung dari civitas academica FKM Unhas. Kehadiran pimpinan fakultas menandakan dukungan penuh terhadap proses pembelajaran yang aplikatif dan berbasis komunitas ini. "Saya mengucapkan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para supervisor PBL atas kehadiran dan bimbingannya, serta kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras mewujudkan expo ini. Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi kita semua." ujar Ketua pengelola PBL II, Bapak Dian Saputra Marzuki, S.KM.,M.Kes.

Melalui expo ini, mahasiswa tidak hanya memaparkan permasalahan kesehatan yang ditemui di lapangan, tetapi lebih menitikberatkan pada visualisasi dan analisis terhadap berbagai aset komunitas yang dapat menjadi modal utama pembangunan kesehatan. Setiap kelompok posko PBL II, menyajikan hasil karya mereka dalam bentuk peta aset (asset mapping), infografis, foto dokumentasi, dan narasi analitis yang menarik.

Aset yang dipetakan mencakup aset sarana dan prasarana (seperti fasilitas kesehatan, sekolah, tempat ibadah), aset individu (kader, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan), aset institusi (lembaga adat, kelompok arisan, karang taruna), aset ekonomi (UMKM, koperasi), aset sosial-budaya, serta aset sumber daya alam yang dimiliki oleh komunitas. Presentasi ini menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi, mendokumentasikan, dan merancang strategi pemanfaatan aset untuk pemecahan masalah kesehatan secara partisipatif.

Dalam sambutannya, Dekan FKM Unhas menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dedikasi dan kreativitas mahasiswa. "Ada banyak aset yang bisa ditemui di masyarakat, seperti tukang, dan lain sebagainya. Ini juga merupakan salah satu aset yang bisa dimanfaatkan untuk bersama-sama meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Melalui forum ini, diharapkan mahasiswa semakin terlatih dalam membaca potensi lokal dan menjadikannya sebagai fondasi utama dalam merancang intervensi kesehatan," ujar Dekan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....