FISH UNM Gelar Raker Rumuskan Arah Kebijakan Strategis

  • 31 Jan 2026 07:35 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Rapat Kerja Fakultas Tahun 2026 yang berlangsung Jumat, 30 Januari hingga Minggu, 1 Februari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 69 peserta dan menjadi forum strategis pertama pada periode kepemimpinan dekanat saat ini dalam merumuskan arah kebijakan fakultas ke depan.

Rapat kerja dirancang sebagai ruang konsolidasi dan perencanaan program strategis fakultas. Ketua Panitia Rapat Kerja, Dr. Mustaring, M.Hum., dalam laporannya menyampaikan bahwa pembahasan program dilakukan melalui empat komisi utama, yakni bidang akademik, keuangan, kemahasiswaan, dan kerja sama.

Pembagian tersebut dimaksudkan agar setiap isu dapat dikaji secara lebih terfokus dan menghasilkan rekomendasi yang terukur serta realistis untuk dilaksanakan. Rapat kerja secara resmi dibuka oleh Dekan FISH UNM, Dr. H. Supriadi Torro, M.Si.

Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa rapat kerja tidak boleh dipahami sekadar sebagai agenda rutin tahunan, tetapi harus menjadi momentum refleksi dan penentuan arah kebijakan fakultas secara strategis dan berkelanjutan. “Rapat kerja pertama ini harus memberi arti. Kita tidak sekadar hadir, tetapi menjadikannya sebagai langkah strategis dalam membangun arah kebijakan dan masa depan fakultas,” ujar Dr. H. Supriadi Torro, M.Si.

Salah satu fokus utama yang dibahas dalam rapat kerja adalah perumusan pola integrasi program pendidikan sarjana, magister, dan doktor di lingkungan FISH UNM. Dengan jumlah mahasiswa sekitar 4.000 orang, fakultas memandang perlu adanya keseimbangan proporsi antarjenjang pendidikan.

Program magister diproyeksikan menampung sekitar 6 persen atau kurang lebih 200 mahasiswa, sementara program doktor sekitar 3 persen atau sekitar 100 mahasiswa. Integrasi ini dinilai penting untuk memperkuat kesinambungan akademik sekaligus meningkatkan daya saing institusi. Dalam bidang pembelajaran, pimpinan fakultas menyoroti adanya peningkatan kedisiplinan dan efektivitas perkuliahan.

Saat ini, hampir tidak ditemukan ruang kelas yang kosong atau mahasiswa yang menunggu perkuliahan tanpa kejelasan jadwal. Kondisi tersebut dipandang sebagai indikator membaiknya tata kelola akademik dan komitmen terhadap mutu proses pembelajaran.

Menyesuaikan dengan kebijakan nasional, FISH UNM juga menguatkan implementasi Indikator Kinerja Utama (IKU), khususnya terkait pembelajaran mahasiswa di luar kampus. Fakultas menargetkan sekitar 30 persen mahasiswa mengikuti pembelajaran di luar kampus melalui skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) atau Kampus Berdampak, baik melalui magang, proyek sosial, maupun bentuk pembelajaran kontekstual lainnya.

Pada bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, fakultas mengalokasikan peningkatan anggaran hingga 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Setiap penelitian ditargetkan memperoleh pendanaan minimal Rp20 juta per judul serta menghasilkan luaran publikasi bereputasi internasional yang terindeks Scopus sebagai bagian dari penguatan kinerja riset fakultas.

Melalui Rapat Kerja FISH UNM Tahun 2026, fakultas berharap dapat membangun fondasi kebijakan yang kokoh dan berkelanjutan, berorientasi pada peningkatan mutu akademik, penguatan tata kelola, serta peningkatan kontribusi institusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pengabdian kepada masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....