Aroma Sejarah: Menelusuri Jejak Parfum Pertama di Dunia
- 09 Jul 2025 05:16 WIB
- Makassar
KBRN,Makassar: Aroma adalah bagian tak terpisahkan dari pengalaman manusia, mampu membangkitkan kenangan, memengaruhi suasana hati, dan bahkan mendefinisikan identitas. Namun, tahukah Anda kapan dan di mana parfum pertama kali ada? Jejak wangi ini membawa kita kembali ribuan tahun lalu, jauh sebelum botol-botol kristal modern menghiasi etalase toko.
Dilansir dari Wikipedia, Parfum atau minyak wangi adalah campuran minyak asiri dan senyawa aroma, fiksatif, dan pelarut yang digunakan untuk memberikan bau wangi pada tubuh manusia, objek, atau ruangan. Parfum sudah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu - kata "parfum" berasal dari bahasa Latin per fume artinya "melalui asap". Sejarah parfum konon dimulai sejak jaman Mesopotamia dan Mesir Kuno. Dan disempurnakan oleh bangsa Romawi dan Persia.
Sejarah parfum bermula dari ritual keagamaan dan pengobatan di peradaban kuno, bukan sekadar untuk kebutuhan gaya hidup seperti sekarang. Kata "parfum" sendiri berasal dari bahasa Latin, per fumum, yang berarti "melalui asap", mengacu pada praktik pembakaran dupa dan bahan aromatik untuk persembahan dewa-dewi.
Bukti paling awal tentang penggunaan parfum ditemukan di Mesopotamia sekitar 4.000 tahun lalu. Tablet paku beraksara yang ditemukan di sana menyebutkan seorang ahli kimia wanita bernama Tapputi sebagai pembuat parfum pertama yang tercatat. Ia menggunakan bunga, minyak, dan calamus bersama dengan cairan aromatik lainnya, kemudian menyaringnya berulang kali.
Namun, peradaban Mesir Kuno lah yang benar-benar mengangkat seni parfum ke tingkat yang lebih tinggi. Bagi bangsa Mesir, wewangian memiliki peran sentral dalam kehidupan sehari-hari, ritual keagamaan, dan praktik pengawetan mumi. Mereka membakar dupa beraroma resin dan minyak esensial sebagai persembahan kepada para dewa, meyakini bahwa aroma dapat menghubungkan mereka dengan alam ilahi.
Minyak wangi digunakan untuk upacara pemakaman, pembalseman, dan bahkan sebagai bagian dari rutinitas kecantikan Firaun dan bangsawan. Kyphi, salah satu wewangian Mesir yang paling terkenal, adalah campuran kompleks dari madu, anggur, wine, myrrh, dan rempah-rempah lainnya, yang digunakan sebagai dupa, obat, dan pewangi tubuh.
Pada tahun 2004, para arkeolog membuat penemuan yang menakjubkan di Ciprus, mengungkap apa yang diyakini sebagai pabrik parfum tertua di dunia, berasal dari sekitar 1850 SM. Situs ini menunjukkan adanya alat penyulingan, wadah pencampur, dan sisa-sisa wewangian yang terbuat dari ekstrak almond, ketumbar, myrtle, konifer, dan bergamot. Penemuan ini membuktikan bahwa praktik pembuatan parfum pada skala yang lebih besar sudah ada sejak Zaman Perunggu.
Dari akar religius dan medis, penggunaan parfum perlahan berevolusi. Bangsa Romawi dan Yunani kuno juga mengadopsi dan mengembangkan seni wewangian, menggunakannya dalam mandi, produk tubuh, dan bahkan untuk mewangikan rumah. Mereka juga mulai memahami bahwa wewangian dapat memengaruhi suasana hati dan memberikan kesenangan pribadi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....