Pemkab Maros Koordinasi Usut Kematian TKI Adinda Valen di Armenia

  • 21 Jul 2026 20:59 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Maros - Kabar duka menyelimuti Pemerintah Kabupaten Maros setelah salah seorang warganya, Adinda Valen Alexi Tamboto, dikabarkan meninggal dunia di Armenia. Adinda disebut merupakan tenaga kerja Indonesia yang sedang bekerja di negara tersebut.

Bupati Maros, Andi Syafril Chaidir Syam, menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian warganya tersebut. Ia menyebut Adinda sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Maros yang kini tengah menghadapi musibah.

"Atas nama pemerintah daerah, kami turut berduka atas meninggalnya warga kami, saudara kami, anak kami, Valen Alexia Tamboto. Menurut informasi, beliau adalah tenaga kerja di Armenia yang mengalami meninggal dunia," ujar Bupati Maros, Senin 20 Juli 2026

Bupati mengatakan, Pemerintah Kabupaten Maros bersama masyarakat turut merasakan duka mendalam atas kabar tersebut. Pemkab Maros juga langsung mengambil sejumlah langkah untuk memastikan kondisi keluarga serta perkembangan informasi terkait peristiwa yang menimpa Adinda.

Langkah awal dilakukan dengan memerintahkan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Maros untuk mengunjungi keluarga almarhumah. Kunjungan tersebut dilakukan setelah pemerintah daerah memperoleh informasi mengenai kabar duka tersebut dari media sosial dan sejumlah laporan.

"Kita sudah mengunjungi keluarga untuk memberikan semangat dan insyaallah kita akan mencari jalan-jalan keluarnya," kata Andi Syafril.

Pemkab Maros selanjutnya melakukan koordinasi dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) untuk mendapatkan informasi resmi sekaligus memastikan penanganan terhadap kasus tersebut.

Menurut Bupati, Kementerian P2MI telah menindaklanjuti laporan dan melakukan komunikasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kyiv, Ukraina, yang memiliki kewenangan diplomatik terkait wilayah tersebut.

Bupati berharap informasi terbaru dari KBRI Kyiv dapat segera diterima oleh Pemerintah Kabupaten Maros dan keluarga. Saat ini, informasi yang diperoleh pemerintah masih dalam tahap investigasi.

"Update sampai sekarang ini sudah dilakukan tindak lanjut dari Kementerian dan sudah melakukan komunikasi dengan KBRI Kiev. Mudah-mudahan informasi dari KBRI Kiev ini bisa segera turun karena masih dalam rangka tahap investigasi," jelasnya.

Selain berkoordinasi dengan pemerintah pusat, Pemkab Maros juga berupaya mendorong dukungan dari anggota DPR RI asal Sulawesi Selatan. Bupati menyebut pihaknya telah menyampaikan persoalan tersebut kepada anggota DPR RI Ashabul Kahfi untuk ikut mengawal kasus meninggalnya Adinda Valen Alexi Tamboto.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat proses penelusuran informasi dan penanganan kasus, termasuk memastikan hak-hak almarhumah serta kepentingan keluarga mendapatkan perhatian dari pihak terkait.

Pemerintah Kabupaten Maros menegaskan akan terus memantau perkembangan kasus tersebut dan berupaya mendapatkan informasi terbaru dari Kementerian P2MI maupun perwakilan pemerintah Indonesia di luar negeri.

"Kami terus lakukan informasi terkini dan kami akan terus berusaha supaya doa keluarga dari Adinda Valen ini bisa segera terwujud," ujar Bupati.

Pemkab Maros berharap seluruh proses investigasi dapat segera menemukan titik terang. Pemerintah juga berkomitmen memberikan dukungan kepada keluarga almarhumah serta terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pihak terkait untuk memastikan proses penanganan berjalan dengan baik.

Kepergian Adinda Valen Alexi Tamboto menjadi duka bagi keluarga dan masyarakat Kabupaten Maros. Pemerintah daerah berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....