Geopark Maros-Pangkep Kebut Persiapan Hadapi Tim Asesor UNESCO

  • 18 Jul 2026 20:24 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Persiapan menghadapi revalidasi status UNESCO Global Geopark terus dikebut oleh Badan Pengelola Maros Pangkep UNESCO Global Geopark (MPUGGp). Berbagai evaluasi dilakukan untuk memastikan seluruh lokasi yang masuk dalam kawasan geopark siap menyambut tim asesor UNESCO.

Sebelum penilaian resmi yang dijadwalkan berlangsung pada 27 hingga 31 Juli 2026, MPUGGp telah melaksanakan pra-revalidasi selama tiga hari, mulai 15 hingga 17 Juli 2026. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk menguji kesiapan pengelola sekaligus mengidentifikasi sejumlah hal yang masih perlu dibenahi.

Evaluasi dilakukan melalui kunjungan langsung ke sejumlah lokasi yang menjadi bagian penting dari kawasan Geopark Maros-Pangkep. General Manager Badan Pengelola MPUGGp, Dedi Irfan Bachri, mengatakan pra-revalidasi dilakukan bersama Bappenas RI dengan melibatkan Dewan Pengarah Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI), Safri Burhanuddin, DEA, sebagai evaluator.

"Kunjungan lapangan memberikan gambaran nyata mengenai kesiapan setiap lokasi sekaligus menjadi ruang untuk mendapatkan masukan sebelum proses penilaian UNESCO dimulai.

Sejumlah destinasi unggulan di Kabupaten Maros turut menjadi sasaran peninjauan, seperti Rammang-Rammang, Taman Arkeologi Leang-Leang, Hutan Primer Karaenta, kawasan wisata Bantimurung, serta Sanctuary Kupu-Kupu" ujarnya Sabtu 18 Juli 2026. "Peninjauan juga mencakup Stasiun Kereta Api Rammang-Rammang, UMKM Roti Maros Salenrang, Pusat Informasi Geopark, Taman Kehati, Bulusipong, Bantimala, Wisma Tonasa, Tugu Geopark, hingga sejumlah sentra industri kecil dan menengah", tambahnya.

Dari hasil evaluasi kata Dedi, terdapat sejumlah catatan yang perlu segera ditindaklanjuti. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pola penyajian setiap geosite agar lebih fokus dan tidak terlalu banyak menampilkan titik kunjungan.

"Setiap lokasi nantinya diarahkan untuk menonjolkan satu atau dua titik paling ikonik dan representatif. Strategi ini dinilai dapat membuat proses penilaian berjalan lebih efektif sekaligus memperkuat narasi yang ingin disampaikan kepada tim asesor UNESCO" urainya.

Dedi menyebut seluruh masukan tersebut telah dibahas bersama pengelola dan para pemangku kepentingan terkait. Ia berharap berbagai rekomendasi dapat segera diselesaikan sebelum tim asesor UNESCO melakukan penilaian.

"Dengan persiapan yang semakin dimatangkan, MPUGGp optimistis Geopark Maros-Pangkep mampu menghadapi proses revalidasi dengan baik dan mempertahankan pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark" pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....