Sultan Hasanuddin Forum Hadirkan Sinergi Pemerintah, Akademisi, dan Industri
- 30 Apr 2026 14:33 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Maros - Maros – Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar di Maros kembali menegaskan perannya bukan sekadar simpul transportasi udara, tetapi juga sebagai ruang strategis pengembangan ide dan kolaborasi lintas sektor. Hal ini ditandai dengan penyelenggaraan Sultan Hasanuddin Forum on Research and Innovation pada Rabu, 29 April 2026.
Forum ini mengusung konsep penta helix dengan mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, industri, dan komunitas dalam satu ruang dialog. Kegiatan ini menjadi wadah pertukaran gagasan sekaligus upaya membangun ekosistem riset dan inovasi yang lebih terbuka dan kolaboratif.
General Manager Bandara Sultan Hasanuddin, Ruly Artha, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan langkah nyata dalam memperluas fungsi bandara.
“Bandara tidak hanya berperan sebagai infrastruktur transportasi, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem kolaboratif. Konsep penta helix ini menjadi kunci dalam mendorong inovasi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Maros. Chaidir Syam menyampaikan apresiasi atas langkah inovatif tersebut, yang dinilai mampu membuka peluang pengembangan potensi daerah melalui kolaborasi yang produktif. Menurutnya, kehadiran forum semacam ini memberikan ruang strategis bagi berbagai pihak untuk berkontribusi dalam pengembangan daerah, sekaligus memperkuat posisi Sulawesi Selatan dalam peta inovasi nasional.
Dari sisi akademik, Ismail Suardi Wekke selaku Komite Saintifik menekankan pentingnya menghadirkan ruang kolaborasi lintas disiplin dalam mendorong kemajuan ilmu pengetahuan. Ia menilai forum yang digelar di lingkungan bandara menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem riset yang lebih inklusif.
Forum ini juga menghadirkan perspektif global melalui kehadiran narasumber internasional seperti Peter dari Tohoku University serta akademisi dari Universiti Kebangsaan Malaysia. Mereka menyoroti pentingnya penguatan identitas bandara sebagai bagian dari daya saing global, serta pengembangan kualitas sumber daya manusia dan tata kelola layanan.
Dalam pandangannya, penguatan identitas bandara tidak hanya mencerminkan karakter lokal, tetapi juga menjadi nilai tambah dalam memberikan pengalaman bagi pengguna jasa di tengah persaingan global yang semakin ketat. Sementara itu, aspek people dan process dinilai menjadi fondasi utama dalam menciptakan layanan yang adaptif dan berdaya saing tinggi.
Melalui forum ini, Bandara Sultan Hasanuddin menunjukkan transformasi peran dari sekadar infrastruktur menjadi katalisator kolaborasi. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan, sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan terus berlanjut sebagai bagian dari komitmen bandara dalam membangun ruang interaksi yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan di tengah dinamika global yang terus berkembang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....