Bupati Bulukumba Tegaskan Festival Pinisi Tanggung Jawab Bersama

  • 06 Okt 2026 09:01 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Bulukumba – Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf menegaskan, kesuksesan Festival Pinisi merupakan tanggung jawab bersama seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Bulukumba, Hal tersebut disampaikan Bupati pada Apel Gabungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Bulukumba, Senin 5 Oktober 2026 di halaman Kantor Bupati Bulukumba.

Dikataian, Festival Pinisi merupakan agenda daerah yang membawa nama Bulukumba secara keseluruhan. Karena itu, seluruh OPD diminta mengambil bagian dan berkontribusi sesuai tugas dan fungsinya untuk memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan sukses.

“Festival Pinisi ini adalah agendanya Bulukumba, agenda kita semua, bukan hanya agendanya Dinas Pariwisata. Saya minta semuanya berpartisipasi menyukseskan Festival Pinisi,” tegasnya.

Menurutnya, keberhasilan Festival Pinisi tidak hanya menjadi capaian satu perangkat daerah, tetapi menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Bulukumba. Karena itu Festival Pinisi harus menjadi momentum untuk menunjukkan identitas dan kekayaan budaya Bulukumba kepada masyarakat luas, khususnya melalui ikon Pinisi dan budaya adat Ammatoa Kajang yang sudah menjadi heritage dunia.

Bupati Andi Muhtar mengingatkan, salah satu hal yang juga harus menjadi perhatian adalah masalah kebersihan di kawasan yang menjadi jalur dan tujuan wisata.

“Saya ingatkan, tolong jangan buang sampah di jalan poros Bira-Bonto Bahari, termasuk di sekitar jalan Bijawang yang sering ada sampah plastik. Bulukumba ini milik kita bersama,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa destinasi wisata seperti Tanjung Bira dan objek wisata lainnya harus ditunjang dengan lingkungan yang bersih, rapi dan nyaman. Semakin banyak wisatawan yang datang, maka semakin besar pula transaksi yang terjadi di tengah masyarakat. Kondisi tersebut akan memberikan dampak berantai terhadap pelaku UMKM, pedagang, pelaku usaha jasa, transportasi, akomodasi hingga sektor ekonomi lainnya.

Pada kesempatan itu bupati juga menyinggung pelaksanaan Jambore Pelayanan Publik yang saat ini dilaksanakan secara langsung di desa dan kecamatan. Inovasi pelayanan tersebut harus terus dievaluasi agar kehadiran pemerintah benar-benar memberikan kemudahan bagi masyarakat.

Ia berharap Jambore Pelayanan Publik tidak hanya menjadi kegiatan seremonial. Tetapi benar-benar menjadi sarana mendekatkan pelayanan pemerintah sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan akses pelayanan yang lebih mudah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....