SMPN 15 Makassar, Ubah Lahan Kumuh Jadi Kebun Edukasi
- 10 Sep 2026 13:06 WIB
- Makassar
RRI. CO. ID, MAKASSAR - Lahan yang dulunya terbengkalai, penuh sampah, dan masih berdiri bangunan tua bekas kantin kini berubah arah. Di SMP Negeri 15 Makassar, kawasan itu mulai disulap menjadi kawasan Urban Farming atau pertanian perkotaan, Kamis (10/9/2026). Langkah ini sekaligus mewujudkan lingkungan sekolah yang lebih bersih, hijau, dan menjadi ruang belajar nyata bagi seluruh warga sekolah.
Kepala Sekolah SMPN 15 Makassar, Mutmainah, S.Pd., turun langsung meninjau jalannya pekerjaan yang dilakukan secara bertahap bersama siswa, guru, dan tenaga kependidikan. Ia menjelaskan, dulunya lahan ini justru menjadi sorotan karena tidak terpakai dan berantakan. “Dulu area ini tidak terpakai dan penuh sampah. Ada bangunan tua seperti bekas kantin. Saya minta dibongkar dan sampahnya dikeluarkan semua,” ujar Mutmainah saat meninjau lokasi.
Setelah lahan dibersihkan sepenuhnya, ide pengembangan mulai tumbuh. Sekolah melihat peluang besar untuk menjadikan lahan kosong itu bermanfaat, bukan sekadar tanah kosong. “Setelah bersih, saya berpikir area ini bagus kalau dibuat Urban Farming. Ada beberapa bagian lahan yang bisa kita olah, sementara yang sudah dipaving kita manfaatkan untuk polybag,” jelasnya.
Pengerjaan dilakukan selangkah demi selangkah. Di tahap awal, siswa ikut terlibat aktif menyiapkan media tanam, menyusun polybag, serta membersihkan sisa-sisa batu dan sampah yang tertinggal di tanah. Kini siswa sudah mulai menyemai berbagai jenis tanaman yang nantinya akan ditanam dan dirawat di kawasan ini. Pembelajaran tidak lagi hanya di dalam kelas, tetapi langsung berinteraksi dengan alam.
Bukan hanya tanaman, sekolah juga memanfaatkan dua kolam lama yang sudah lama tidak terpakai. Kolam tersebut kini disiapkan untuk budidaya ikan, melengkapi konsep pertanian perkotaan yang utuh.
Dukungan pun datang dari luar. Instansi terkait bidang pertanian dan perikanan sudah turun ke lokasi untuk meninjau dan memberikan bantuan. “Dari perikanan sudah datang survei, dari pertanian juga sudah datang dan memberikan tanaman. Kalau kolamnya sudah siap, tinggal kita hubungi untuk pengisian ikan,” katanya.
Segala kebutuhan penunjang juga sudah dipikirkan matang. Instalasi air sudah dipasang dan didanai dari anggaran sekolah untuk kegiatan kokurikuler, sehingga pasokan air tetap terjaga. “Airnya sudah ada. Instalasinya kita pasang karena memang saya anggarkan di ARKAS untuk kokurikuler. Jadi kita manfaatkan untuk program ini,” ungkapnya.
Ke depannya, kawasan ini tidak hanya sekadar tempat menanam saja. Mutmainah merencanakan agar tempat ini tertata rapi, indah, dan menyatu dengan taman sekolah. Berbagai tanaman merambat seperti melon, paria, hingga kacang panjang direncanakan tumbuh di sana. Bambu juga akan dimanfaatkan sebagai penyangga tanaman merambat.
Konsep penataan sudah digambar dalam bentuk sketsa, bahkan dibuat oleh siswa sekolah sendiri yang berbakat seni gambar. Hal ini menunjukkan partisipasi siswa sangat besar. “Saya sudah punya sketsa. Nanti saya mau dibuat seperti taman atau kebun, keliling dengan pagar. Kebetulan ada anak yang bagus menggambar dan bisa membuat sketsa, sehingga kami manfaatkan untuk mendukung penataan taman,” tuturnya.
Bagi Mutmainah, kebersihan dan keindahan sekolah adalah kunci suasana belajar yang nyaman, baik bagi siswa maupun pendidik. “Kalau sekolah bersih dan indah, suasananya nyaman. Ketika tamu masuk, pandangannya juga segar. Kami ingin semuanya dikerjakan pelan-pelan, tetapi hasilnya bisa berkembang dan berhasil,” pungkasnya.
Sekolah pun membuka diri agar nantinya kawasan ini bisa menjadi contoh dan tempat belajar bagi sekolah lain, bukti bahwa lahan sempat terlantar pun bisa tumbuh menjadi ruang yang bermanfaat, hijau, dan penuh ilmu pengetahuan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....