Barru Optimalkan Potensi Daerah Jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi
- 26 Agt 2026 21:34 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Barru - Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Pemerintah Kabupaten Barru terus mendorong inovasi dengan mengoptimalkan seluruh potensi daerah menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang baru. Langkah ini menjadi bukti bahwa penghematan bukan penghalang untuk terus bergerak maju dan membangun kesejahteraan masyarakat.
Hal itu mengemuka dalam audiensi Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari bersama Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi di Rumah Jabatan Wagub Sulsel, Makassar, Rabu (26/8/2026). Pertemuan tersebut menjadi ruang strategis untuk membahas berbagai peluang sekaligus tantangan ekonomi yang dihadapi Kabupaten Barru.
Bupati Barru didampingi Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan dan UMKM Hj. Hania, Kepala Dinas Lingkungan Hidup A. Adnan Azis, Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Ahmad, serta Kepala Dinas PMPTSP S. Rifatullah Akil. Kehadiran jajaran pimpinan OPD menunjukkan keseriusan Pemkab Barru dalam menyusun langkah nyata penguatan ekonomi daerah.
Dalam audiensi tersebut, Bupati Barru memaparkan berbagai potensi, peluang, sekaligus tantangan ekonomi Barru, mulai dari sektor pertanian, perikanan, perindustrian, UMKM, pariwisata, hingga perdagangan. Potensi-petensi tersebut dinilai perlu dikelola secara terintegrasi agar mampu menciptakan nilai tambah yang signifikan.
Di tengah efisiensi anggaran, daerah dituntut tidak hanya sekadar menghemat pengeluaran, tetapi juga mampu “mencetak uang dari potensi sendiri” melalui inovasi, hilirisasi, pengolahan produk, serta perluasan akses pasar yang lebih luas dan berdaya saing.
Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, didampingi Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Pembangunan Sitti Erna Lamba, mendorong Barru untuk memiliki produk unggulan yang kuat dan menjadi identitas khas daerah. Sejumlah komoditas seperti kemiri, gula merah, nanas, udang, dan kopi dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan secara serius dan berkelanjutan.
“Gula merah, misalnya, dapat diolah menjadi gula merah bubuk untuk memenuhi kebutuhan warung kopi yang selama ini sebagian pasokannya masih didatangkan dari Jawa. Kondisi tersebut menjadi peluang bagi industri lokal Barru untuk mengambil pasar sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas,” ujar Fatmawati Rusdi.
Sementara itu, potensi nanas Barru didorong untuk masuk ke pasar yang lebih luas melalui rencana kerja sama dengan PHRI, sehingga produksi nanas dapat terserap secara optimal oleh hotel, restoran, dan sektor kuliner yang terus berkembang di Sulawesi Selatan.
Dari sisi hilirisasi dan penguatan UMKM, inovasi produk seperti RONA (Roti Nanas) dan KOBAR (Kopi Barru) diarahkan untuk dikembangkan menjadi produk unggulan dengan kualitas, kemasan, dan branding yang lebih kuat agar dikenal luas dan memiliki daya saing tinggi.
Wakil Gubernur meminta Pemkab Barru menyusun potret ekonomi daerah yang memetakan secara menyeluruh potensi komoditas, kapasitas produksi, pelaku usaha, industri pengolahan, pasar sasaran, hingga peluang investasi yang dapat digali dari berbagai sektor.
Pembangunan citra atau branding daerah juga didorong dengan mengangkat udang dan nanas sebagai kekuatan khas Barru yang menjadi kebanggaan masyarakat. Sementara itu, kawasan Garongkong diharapkan semakin dioptimalkan untuk mendukung konektivitas, distribusi barang, dan aktivitas ekonomi daerah secara menyeluruh.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyatakan kesiapan memberikan dukungan terhadap penguatan UMKM Barru, terutama dalam peningkatan kapasitas pelaku usaha, inovasi produk, serta perluasan akses pemasaran ke tingkat yang lebih luas.
Audiensi tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara Pemkab Barru dan Pemprov Sulsel dalam menjawab berbagai tantangan ekonomi. Setiap potensi harus dipetakan dengan cermat, setiap peluang harus ditangkap dengan cepat, dan setiap tantangan harus dijawab dengan inovasi yang berkelanjutan.
Bagi Kabupaten Barru, efisiensi anggaran bukan alasan untuk berhenti bergerak. Justru menjadi momen untuk mengubah potensi menjadi nilai, bahan mentah menjadi produk jadi, produk menjadi merek yang dikenal, dan merek menjadi kekuatan ekonomi yang nyata bagi seluruh masyarakat.
Dengan mengoptimalkan seluruh potensi daerah yang dimiliki, Barru diharapkan mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja baru, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menghadirkan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang baru secara berkelanjutan di masa mendatang.(**)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....