Hari Anak Nasional di Bukukumba, Bupati: Perkuat Perlindungan Anak Dari Kekerasan

  • 13 Agt 2026 21:22 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Bulukumba - Ratusan pelajar dari 24 sekolah di Bulukumba, mengikuti peringatan Hari Anak Nasional ke 42 tingkat Kabupaten Bulukumba, di Lapangan Pemuda, Kamis, 13 Agustus 2026. Peringatan Hari Anak tersebut, diselenggarakan oleh Forum Anak Panrita Lopi di bawah naungan Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bulukumba.

Pada peringatan Hari Anak tersebut, peserta kompak mengikuti Senam Anak Indonesia Hebat yang dipandu oleh pengurus Forum Anak Panrita Lopi dan Forum Genre Kabupaten Bulukumba. Acara ini juga dirangkaikan dengan pengukuhan Forum Anak Panrita Lopi Bulukumba.

Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf pada kesempatan itu mengatakan, peringatan Hari Anak menjadi momentum untuk meneguhkan kembali kesadaran bahwa anak adalah amanah dari Allah SWT. Mereka adalah generasi penerus bangsa, sekaligus pemilik masa depan daerah dan negara kita. Menurutnya anak-anak ini, bukan hanya generasi penerus bangsa, tetapi juga merupakan calon pemimpin Bulukumba di masa yang akan datang. Sehingga di tangan merekalah kelak estafet pembangunan daerah ini akan dititipkan.

Bupati yang akrab disapa Andi Utta ini menilai, anak membutuhkan lingkungan yang aman untuk tumbuh dan membutuhkan sekolah yang nyaman untuk belajar. Anak juga membutuhkan lingkungan masyarakat yang peduli dan melindungi. "Dan yang paling penting, anak membutuhkan orang-orang dewasa yang mau mendengarkan, memahami, mendampingi, dan melindungi mereka," ujarnya.

Bupati menegaskan, tidak boleh ada anak yang kehilangan masa depannya karena menjadi korban kekerasan, perundungan, eksploitasi, penelantaran, maupun bentuk kekerasan lainnya, termasuk harus bersama-sama mencegah perkawinan usia anak. "Setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk tumbuh, belajar, bermain, mengembangkan potensi, dan meraih cita-citanya. Pencegahan kekerasan terhadap anak tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah atau aparat penegak hukum. Ini adalah tanggung jawab kita bersama," kata Andi Utta.

Dikatakan, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk membangun kebijakan dan sistem perlindungan anak yang kuat. Perlindungan anak harus dimulai dari keluarga, diperkuat oleh sekolah, dijaga oleh lingkungan masyarakat, didukung oleh dunia usaha dan organisasi kemasyarakatan, disuarakan secara bertanggung jawab oleh media, dan tentu saja melibatkan anak-anak itu sendiri.

Bupati juga mengajak seluruh perangkat daerah dan lembaga terkait untuk terus memperkuat sistem perlindungan anak di Kabupaten Bulukumba, terutama dalam memperkuat edukasi kepada masyarakat, serta memperkuat layanan pengaduan dan pendampingan bagi korban.

Sebelum puncak peringatan Hari Anak di Lapangan Pemuda, Pemkab Bulukumba terlebih dahulu menggelar sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak di Hutan Kota Bulukumba. Sosialisasi ini menghadirkan beberapa narasumber, diantaranya dr. Rizal Ridwan Dappi selaku Gerakan Ayah Teladan Indoneeia, Kadis Kesehatan Bulukumba, dr. H. Muhammad Amrullah, hingga Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bulukumba sekaligus sebagai Bunda Forum Anak Panrita Lopi dan Bunda Forum Genre Bulukumba, Hj. Andi Herfida Muchtar.

Sosialisasi ini menandakan komitmen dari Pemkab Bulukumba dalam mencegah kekerasan terhadap anak. Dalam sosialisasi ini juga, para narasumber mengajak semua anak dan para orang tua untuk sama-sama mencegah perkawinan usia anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....