SMKN 5 Makassar Berlakukan Pembatasan Penggunaan Gawai
- 08 Agt 2026 07:29 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, MAKASSAR - SMK Negeri 5 Makassar bersiap menerapkan pembatasan penggunaan gawai atau telepon seluler di lingkungan sekolah mulai Senin mendatang. Langkah ini merupakan tindak lanjut Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 18 Tahun 2026 tentang pengaturan penggunaan gawai di satuan pendidikan.
Pihak sekolah telah menyiapkan loker atau tempat penyimpanan khusus handphone di setiap ruang kelas. Hal ini agar penggunaan gawai selama proses pembelajaran dapat dikendalikan dan tetap teratur.
Kepala SMKN 5 Makassar, H. Amar Bachti, S.Pd, menyampaikan hal tersebut usai melaksanakan Salat Jumat di Masjid SMKN 5 Makassar, Jumat (7/8/2026). Ia menegaskan kebijakan ini bukan pelarangan total, melainkan pengaturan agar teknologi dimanfaatkan secara bijak dan mendukung pendidikan.
“Perlu kita pahami bersama, setelah selesai digunakan, perangkat harus disimpan kembali di loker yang telah disediakan. Mulai hari Senin kita terapkan aturan sesuai edaran Kementerian,” ujar Amar di hadapan siswa.
Selain loker, sekolah juga mengaktifkan seluruh sistem pengawasan. Terdapat sekitar 50 unit CCTV yang dipasang di berbagai titik lingkungan sekolah.
“Kita aktifkan semua CCTV yang ada. Ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk keamanan dan membantu saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya barang tertinggal atau hilang,” jelasnya.
Amar mengingatkan siswa jika menemukan barang milik orang lain, wajib segera melaporkan kepada guru BK atau kesiswaan. Ia menegaskan sekolah tidak mentoleransi tindakan pencurian sama sekali.
“Saya tegaskan, pencurian adalah hal yang tidak bisa kita toleransi. Kita tidak boleh membiarkan perilaku seperti itu tumbuh di sekolah ini,” tegasnya.
Selain aturan gawai, Amar juga menekankan pentingnya menjaga persaudaraan dan kebersamaan antar siswa. Ia berharap ikatan kekeluargaan tetap terjaga meski kelak mereka telah lulus dan menempuh jalan masing-masing.
“Kalian adalah saudara di sini. Semoga saat sukses nanti, kalian tetap ingat kebersamaan yang dibangun di sekolah ini,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan untuk selalu menghormati orang tua dan guru. Menurutnya, keberhasilan tidak hanya ditentukan kecerdasan, melainkan juga akhlak yang mulia.
“Ridha Allah ada pada ridha orang tua. Anggaplah guru sebagai orang tua kalian di sekolah, saling menghargai antar kakak dan adik kelas,” tambahnya.
Kebersihan lingkungan sekolah seluas sekitar empat hektare juga menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya petugas kebersihan saja. Kebiasaan baik ini diharapkan terbawa hingga ke kehidupan sehari-hari siswa.
Amar berharap seluruh siswa tumbuh menjadi generasi yang disiplin, berakhlak mulia, serta memiliki kompetensi yang mumpuni agar mampu bersaing dan bermanfaat bagi banyak orang di masa depan.
“Kami mendoakan kalian selalu sehat, dimudahkan langkahnya, dan kelak menjadi orang sukses yang berguna bagi sesama,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....