Sebanyak 285 Inovasi Perkuat Tata Kelola Pemerintahan Bulukumba
- 09 Jul 2026 18:06 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Bulukumba – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Bulukumba menggelar Workshop Penguatan Ekosistem Inovasi Daerah yang dirangkaikan dengan Workshop Penginputan Aplikasi Innovative Government Award (IGA) Award 2026 di Gedung Pinisi Lantai 4, Rabu, 8 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk menyamakan persepsi dan memperkuat kolaborasi antar perangkat daerah. Selain itu untuk memastikan seluruh inovasi yang telah dikembangkan memenuhi indikator penilaian Innovative Government Award (IGA) yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri.
Kepala Bapperida Kabupaten Bulukumba, Irma Darmayanti Untung, mengatakan, selama periode 2022–2026, Pemerintah Kabupaten Bulukumba telah menghasilkan 285 inovasi daerah yang tersebar pada berbagai urusan pemerintahan, terutama yang berkaitan dengan pelayanan dasar masyarakat. Hal ini sebagai wujud komitmen untuk terus memperkuat budaya inovasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Dikataoan, berbagai capaian tersebut merupakan hasil komitmen seluruh perangkat daerah dalam menghadirkan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. “Jumlah inovasi yang telah lahir patut kita syukuri. Namun yang lebih penting adalah memastikan inovasi tersebut terus berjalan, memberi manfaat, dan menjadi budaya kerja di setiap perangkat daerah,” ujarnya.
Dari total inovasi tersebut, Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia menjadi penyumbang terbesar dengan 263 inovasi, disusul Bidang Prasarana dan Wilayah sebanyak 22 inovasi. Selain itu itu juga berbagai inovasi pada sektor ekonomi dan sumber daya alam yang mendukung peningkatan pelayanan publik dan pembangunan daerah.
Pada kesempatan itu, Kepala Bapperida juga menekankan tiga hal penting sebagai fondasi penguatan ekosistem inovasi di Bulukumba. Pertama, menjaga keberlanjutan inovasi agar tidak berhenti sebatas pemenuhan administrasi atau ajang kompetisi, melainkan terintegrasi ke dalam standar operasional prosedur (SOP) dan menjadi sistem kerja yang berkelanjutan.
Kedua, memperkuat kolaborasi lintas sektor sehingga inovasi tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling mendukung dalam mewujudkan pelayanan publik yang semakin berkualitas. Selanjutnya yang ketiga adalah meningkatkan pemanfaatan data digital yang akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) sehingga setiap program lebih tepat sasaran, transparan, dan efisien.
Workshop Penguatan Ekosistem Inovasi Daerah yang dirangkaikan dengan Workshop Penginputan Aplikasi Innovative Government Award (IGA) Award 2026 ini menghadirkan Abdurrahman Ramlan, Konsultan Inovasi Daerah, yang memberikan pendampingan teknis terkait penginputan dokumen dan indikator pada aplikasi IGA Award. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh inovasi Kabupaten Bulukumba terdokumentasi dengan baik sesuai ketentuan penilaian nasional.
Kabid Humas Dinas Kominfo Bulukumba Andi Ayatullah Ahmad menjelaskan, melalui Workshop tersebut, diharapkan budaya inovasi semakin mengakar di seluruh perangkat daerah. Sehingga mampu menghadirkan pelayanan publik yang adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan sekaligus meningkatkan daya saing Bulukumba pada ajang Innovative Government Award (IGA) 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....