Lomba Tulis Al-Qur’an Tanpa Mushaf Sambut Tahun Baru Islam

  • 14 Jun 2026 09:44 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Bukukumba - Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah, Panitia Masjid Baburrahman Tanahkongkong, Kelurahan Bintarore, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, menghadirkan kegiatan yang unik dan jarang diselenggarakan, yaitu Lomba Menulis Surah Pilihan Al-Qur’an Tanpa Melihat Mushaf. Kegiatan ini diagendakan berlangsung pada hari Minggu, 14 Juni 2026.

Penyelenggaraannya merupakan kerja sama antara pengurus masjid setempat dengan Komite Nasional Remaja Pemuda (KNRP) Bulukumba dan Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Bulukumba. Berbeda dengan ajang perlombaan Al-Qur’an yang umumnya menguji kemampuan membaca, menyambung ayat, menghafal, atau memahami tafsir, lomba ini memiliki tantangan tersendiri.

Peserta diminta menuliskan surah yang telah dihafalnya secara utuh tanpa bantuan mushaf, catatan apapun, maupun perangkat elektronik.

Ketua Pengurus Masjid Baburrahman Tanahkongkong, Hamuddin Atman, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas gagasan kegiatan ini. Menurutnya, ini merupakan hal baru yang pertama kali digelar di lingkungan masjid tersebut.

“Saya sangat senang dengan terselenggaranya acara ini. Kegiatan seperti ini akan membuat suasana masjid menjadi lebih ramai dan hidup dengan aktivitas keagamaan yang bermanfaat,” ujar Hamuddin Atman pada keterangannya Sabtu , 13 Juni 2026.

Gagasan utama kegiatan ini berasal dari Imam Masjid Baburrahman Tanahkongkong, Ahmad Firdaus. Ia menilai l selama ini pembinaan Al-Qur’an di tengah masyarakat lebih banyak berfokus pada aspek bacaan, hafalan, makna, serta tafsirnya saja.

Sementara itu, kemampuan menuangkan hafalan ke dalam bentuk tulisan yang benar dan tepat nyatanya belum banyak diperhatikan maupun dijadikan ajang kompetisi. Padahal, menurutnya, hal tersebut memiliki peran penting dalam mendekatkan diri kepada Al-Qur’an.

“Menulis hafalan Al-Qur’an tanpa melihat mushaf adalah bagian penting dalam interaksi seorang muslim dengan Kalamullah. Namun sayangnya, hal ini belum banyak dibahas dan hampir tidak pernah dijadikan lomba di lingkungan masyarakat,” tegas Ahmad Firdaus.

Sebagai mantan Komisioner BAZNAS Kabupaten Bulukumba periode 2017–2022, ia menjelaskan bahwa lomba ini tidak hanya menguji seberapa kuat hafalan peserta, tetapi juga melatih ketelitian dalam mengingat susunan ayat, pemilihan kata, hingga kaidah penulisan yang sesuai kaidah.

Ajang ini dibagi menjadi beberapa kategori peserta agar lebih adil dan sesuai jenjang kemampuan. Untuk tingkat Sekolah Dasar, materi yang diujikan adalah Surah Al-Fatihah.

Kemudian untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas, peserta diminta menuliskan Surah Al-‘Alaq. Sedangkan untuk kategori umum, materi yang dipilih adalah Surah An-Naba’.

Panitia berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana syiar Al-Qur’an sekaligus membangkitkan kembali semangat masyarakat untuk terus belajar dan menghafal ayat suci menjelang pergantian tahun Hijriyah.

Lebih dari sekadar kompetisi, lomba ini diharapkan mampu mengajak masyarakat mendekatkan diri kepada Al-Qur’an secara menyeluruh, tidak hanya dengan cara dibaca dan dihafal, tetapi juga dipahami maknanya serta ditulis dengan benar.

Melalui inovasi kegiatan ini, Masjid Baburrahman Tanahkongkong ingin memberikan pengalaman baru bagi warga dan peserta dalam menguji serta memperdalam kedekatan mereka dengan Al-Qur’an.

Kegiatan ini pun diharapkan dapat menjadi contoh kegiatan keagamaan yang kreatif dan bermanfaat, sehingga dapat diikuti dan dikembangkan di lingkungan masyarakat lainnya.(**)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....