Rakor Cetak Sawah Bahas Mitigasi Kekeringan Sulsel

  • 21 Mei 2026 20:48 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, MAKASSAR - Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Kelas I Makassar menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pelaksanaan Cetak Sawah dan Mitigasi Kekeringan Wilayah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026 di Hotel Dalton Makassar, Kamis 21 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 21 hingga 22 Mei 2026 itu diinisiasi oleh satuan kerja baru di bawah Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Rakor tersebut digelar untuk mempercepat pelaksanaan program cetak sawah, optimasi lahan (oplah), serta mitigasi kekeringan di wilayah Sulawesi Selatan pada Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini dihadiri berbagai pihak terkait, mulai dari jajaran Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, unit pelaksana teknis Kementerian Pertanian, dinas pertanian kabupaten se-Sulsel, dinas sumber daya air, hingga jajaran Kodim se-Sulawesi Selatan.

Turut hadir dalam pembukaan kegiatan, Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) H. Syaharuddin Alrif dan Bupati Luwu Utara bersama sejumlah pemangku kepentingan lainnya. Pelaksanaan rakor dinilai penting mengingat kondisi cuaca di Sulawesi Selatan saat ini menghadapi anomali iklim yang dinamis.

Di satu sisi, BMKG Wilayah IV Makassar masih mengeluarkan peringatan dini hujan lebat dan cuaca ekstrem, sementara di sisi lain ancaman kekeringan mulai muncul di sejumlah daerah sentra pertanian. Melalui rakor tersebut, pemerintah berupaya menyatukan strategi perluasan lahan pertanian melalui program cetak sawah dengan langkah pengamanan sumber air guna menjaga ketahanan pangan daerah.

Kepala BPLIP Kelas I Makassar, Dr. Rustan Massinai, S.TP., M.Sc., dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendukung program Presiden Republik Indonesia dan Menteri Pertanian RI. “Dalam mendukung program nasional ini, saya harap kita berkolaborasi dengan baik dari semua pihak. Melalui program ini, kami BPLIP hanya sebagai perpanjangan tangan,” ujar Rustan Massinai.

Sementara itu, Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif menyampaikan apresiasi atas dukungan BPLIP Kelas I Makassar terhadap sektor pertanian di daerahnya. “Kehadiran dari BPLIP Kelas I Makassar memberi kita dorongan dan dukungan kepada kami di Sidrap melalui program Kementerian Pertanian, sehingga produktivitas kami meningkat, biaya produksi menurun, dan masyarakat kami di Sidrap bertumbuh ekonominya,” ungkap Syaharuddin Alrif.

Hari pertama rakor menghadirkan sejumlah narasumber dari Dinas Pertanian Provinsi Sulsel, Polda Sulsel, Pangdam XIV/Hasanuddin, PLN, Kejaksaan Tinggi, hingga BMKG. Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi diskusi yang berlangsung dinamis membahas strategi percepatan cetak sawah dan langkah mitigasi kekeringan di Sulawesi Selatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....