Pemkab Sidrap Gelar Festival Nene Mallomo, Pondasi Kearifan Lokal
- 04 Apr 2026 08:21 WIB
- Makassar
RRI. CO. ID, Sidrap - Ditengah derasnya arus globalisasi, upaya merawat memori kolektif dan nilai-nilai lokal menjadi semakin penting. Sinergi pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) tercermin dalam pelaksanaan Festival Nene Mallomo ke-3 yang digelar di Lapangan Usman Isa, Pangkajene, Jumat, 3 April 2026.
Festival yang diinisiasi Sanggar Seni Pajjoge Andino ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bagian dari implementasi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Kegiatan ini menghadirkan berbagai pertunjukan seni dan aktivitas edukatif berbasis kearifan lokal.
Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, saat membuka acara menegaskan bahwa ruang kreatif bagi generasi muda merupakan investasi jangka panjang bagi daerah. Ia menilai kebudayaan harus dihidupkan dalam keseharian, bukan sekadar menjadi simbol sejarah. “Sebagai Bupati, saya memberikan dukungan penuh. Sanggar Seni Pajjoge Andino adalah wadah vital bagi anak-anak dan generasi muda untuk menyalurkan bakat sekaligus membentuk karakter melalui seni dan budaya,” ujar Syaharuddin.
Festival Nene Mallomo ke-3 menghadirkan pentas seni, ekspresi budaya lokal, lomba permainan tradisional, hingga kelas warisan budaya yang ditujukan bagi pelajar. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat literasi sejarah sekaligus membangun kebanggaan terhadap identitas daerah.
Menurut Syaharuddin, penetrasi budaya luar yang begitu masif berpotensi mendegradasi nilai adat dan tradisi jika tidak diimbangi dengan penguatan budaya lokal. “Kita harus memastikan warisan leluhur tetap hidup dan diwariskan dalam kondisi utuh dan bermartabat kepada generasi berikutnya,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya seni dan permainan tradisional dalam membentuk mentalitas juara, sportivitas, serta semangat kerja keras pada anak-anak sebagai fondasi karakter bangsa. Keberlangsungan festival ini didukung Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Program Dana Indonesiana, dana abadi kebudayaan yang bertujuan memperkuat ekosistem seni dan budaya di daerah.
Pamong Budaya Ahli Madya Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XIX, Rinawati Idrus, yang hadir mewakili kementerian, mengapresiasi kolaborasi antara Pemkab Sidrap dan komunitas seni lokal. “Dana Indonesiana merupakan komitmen nyata pemerintah untuk memperkuat ekosistem budaya yang inklusif dan berkelanjutan. Kami berharap program ini mampu menjadi penggerak utama pelestarian budaya di tengah masyarakat,” tutur Rinawati.
Pembukaan festival turut dihadiri Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah, unsur Kodim 1420/Sidrap, Polres Sidrap, kepala OPD, tokoh masyarakat, serta tenaga pendidik. Kehadiran lintas sektor ini menegaskan bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama. Melalui kolaborasi tersebut, Festival Nene Mallomo ke-3 diharapkan menjadi lebih dari sekadar hiburan, melainkan momentum strategis membangun kesadaran kultural generasi muda agar jati diri daerah tetap kokoh di atas pondasi kearifan lokal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....