Kapolres Barru Bahas Pengawasan Internal di Forum HMI
- 04 Apr 2026 07:52 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Barru - Kapolres Barru, AKBP Ananda Fauzi Harahap, S.I.K., M.H., menghadiri undangan sebagai narasumber dalam kegiatan Training Raya Tingkat Nasional Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Jumat, 3 April 2026. Kegiatan tersebut digelar di Gedung Bola Sobae, Kabupaten Barru, mulai pukul 09.00 Wita.
Dalam kesempatan itu, Kapolres membawakan materi bertajuk “Amanah di atas Seragam: Memperkuat Sistem Pengawasan Internal Demi Polri yang Presisi dan Humanis.” Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi antara Polri dan kalangan mahasiswa.
Turut hadir Ketua HMI Cabang Barru Hendra, S.Pd, Master of Training Asdar, S.E., M.E., Egi selaku Master of Training, serta peserta Training Raya Tingkat Nasional HMI dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam pemaparannya, Kapolres Barru menegaskan bahwa HMI sebagai organisasi kemahasiswaan memiliki peran penting dalam menjalankan fungsi pengawasan sosial terhadap jalannya pemerintahan dan institusi negara. “HMI memiliki posisi strategis sebagai mitra kritis yang mampu memberikan kontrol sosial secara konstruktif demi kepentingan masyarakat,” ujar AKBP Ananda Fauzi Harahap.
Ia menekankan, pengawasan yang dilakukan mahasiswa harus memiliki tujuan jelas dan dilandasi semangat membangun, bukan sekadar kritik tanpa arah. Menurutnya, fungsi kontrol sosial yang sehat akan memperkuat tata kelola pemerintahan.
Kapolres juga menjelaskan pentingnya memahami peraturan perundang-undangan sebagai dasar dalam menjalankan fungsi pengawasan. Dengan begitu, setiap kritik dan masukan tetap berada dalam koridor hukum. “Pengawasan harus berbasis regulasi agar tetap objektif dan tidak keluar dari ketentuan hukum yang berlaku,” jelasnya.
Dalam konteks internal Polri, ia memaparkan bahwa institusinya memiliki sistem pengawasan internal yang bertugas mengontrol kinerja anggota. Selain itu, pengawasan eksternal dari masyarakat dan organisasi kepemudaan juga dinilai sangat penting. “Polri terus berupaya melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat guna mewujudkan Polri yang Presisi dan humanis,” tegasnya.
Ia juga memastikan bahwa setiap anggota Polri yang terbukti melakukan pelanggaran akan diproses melalui mekanisme kode etik profesi. Jika ditemukan unsur pidana, maka penanganannya dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para peserta tampak antusias menggali lebih dalam mengenai sistem pengawasan internal dan komitmen Polri dalam menjaga profesionalisme.
Seluruh rangkaian acara berlangsung aman, tertib, dan lancar. Diharapkan kegiatan ini semakin memperkuat kolaborasi antara Polri dan mahasiswa dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....