Sidrap Siaga Hadapi Ancaman El Nino Ekstrem

  • 01 Apr 2026 18:50 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Sidrap : Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang bergerak cepat menghadapi ancaman fenomena iklim ekstrem yang dijuluki “El Nino Godzilla”. Melalui Rapat Koordinasi Pangan di Aula Saromase pada Rabu, 1 April 2026, Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif menginstruksikan percepatan masa tanam untuk menjaga produksi tetap optimal.

Rakor yang dihadiri sekitar 500 pemangku kepentingan tersebut merupakan tindak lanjut Musyawarah Tudang Sipulung 2026. Agenda utama meliputi evaluasi Musim Tanam I (MT I) serta penyusunan strategi menghadapi Musim Tanam II (MT II).

Didampingi Wakil Bupati Nurkanaah, Bupati menegaskan kesiapsiagaan menjadi kunci bagi daerah yang dikenal sebagai lumbung pangan Sulawesi Selatan itu.

“Rakor pangan ini krusial untuk mengantisipasi dampak El Nino yang diperkirakan memuncak Juli hingga Oktober. Kita harus bergerak lebih cepat dari cuaca,” tegas Syaharuddin.

Pemkab Sidrap menargetkan produksi 1 juta ton Gabah Kering Panen (GKP) pada 2026. Untuk mencapai target tersebut, ditetapkan standar minimal produksi 10 ton per hektare.

Bupati juga mengingatkan bahwa pengurus kelompok tani atau gapoktan yang tidak mampu memenuhi target di wilayahnya akan dievaluasi secara menyeluruh.

Sebagai langkah konkret, Pemkab menginstruksikan penggunaan benih varietas super genjah. Jadwal tanam MT II dimajukan pada 15–20 April agar panen berlangsung awal Juli, sebelum puncak kekeringan.

Dukungan infrastruktur pun digelontorkan, di antaranya perbaikan Bendung Timoreng senilai Rp2,5 miliar, Bendung Bulu Cenrana hingga Salomallori Rp5 miliar, serta Bendung Saddang Rp7,4 miliar.

Selain itu, program listrik masuk sawah bekerja sama dengan PLN ditargetkan mulai beroperasi April hingga Mei 2026 guna mendukung sistem irigasi dan pompanisasi.

Pemkab juga menggenjot program cetak sawah seluas 1.700 hektare, dengan 800 hektare telah rampung. Tahun 2026 mendatang, diusulkan tambahan 1.500 hektare lahan baru.

Sektor penyuluhan tak luput dari pembenahan. Kelompok tani dengan luasan terlalu besar akan dipecah menjadi unit maksimal 25 hektare agar pembinaan dan distribusi bantuan lebih efektif.

“Kami optimistis dengan kolaborasi semua pihak, Sidrap tidak hanya mampu bertahan dari ancaman El Nino, tetapi juga memperkuat posisi sebagai pilar ketahanan pangan nasional,” pungkas Syaharuddin.(*)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....