RLC 2026, Ustadz Budi Hariyanto: ingatkan Harta Halal

  • 25 Feb 2026 21:22 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Ustadz Budi Hariyanto menekankan pentingnya mencari dan mengelola harta halal sebagai fondasi kepemimpinan yang berintegritas. Hal tersebut disampaikannya saat mengisi materi bertema harta haram dalam sesi Spiritual Leadership Ramadhan Leadership Camp (RLC) 2026 di Asrama Haji Sudiang, Makassar.

Dalam pemaparannya, Ustadz Budi menjelaskan bahwa diutusnya para rasul dan diturunkannya kitab suci memiliki tiga misi utama. Misi tersebut meliputi pengenalan terhadap Allah Subhana Wa Taala serta ajakan untuk menyembah-Nya dan meninggalkan segala bentuk peribadatan selain kepada-Nya.

Ustadz Budi menyebutkan bahwa misi ketiga adalah memperkenalkan kehidupan dunia dan akhirat beserta segala konsekuensinya bagi manusia. “Siapa yang menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya akan mendapatkan surga, sedangkan mereka yang menentang akan mendapatkan balasan neraka,” ujarnya.

Pembina Pondok Pesantren Imam Syafie Enrekang ini menegaskan bahwa dorongan terkuat dalam beramal adalah iman kepada Allah dan hari akhir. Oleh karena itu, ia menilai banyak perintah dalam agama yang selalu dikaitkan erat dengan kedua aspek keimanan tersebut.

Menurutnya, salah satu pokok dakwah para rasul yang sangat krusial adalah perintah untuk mencari rezeki dan harta yang halal. Ia menjelaskan bahwa perintah memakan makanan yang baik serta beramal saleh ditujukan kepada para rasul maupun seluruh kaum mukminin.

Islam sangat menganjurkan umatnya untuk mengonsumsi harta halal sebagaimana tercantum dalam Surah Al-Baqarah ayat 172. “Agama Islam sangat menekankan pentingnya harta yang halal, bahkan itu merupakan sebaik-baik harta yang dapat dimiliki seorang muslim,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengutip sabda Nabi Muhammad SAW bahwa tidak ada makanan yang lebih baik daripada hasil kerja tangan sendiri. Dicontohkan pula Nabi Daud AS yang tetap memilih makan dari hasil jerih payahnya meskipun berstatus sebagai seorang raja.

Prinsip tersebut bertujuan memastikan harta benar-benar bersih serta menjaga kemurnian dakwah dari kepentingan duniawi. “Hikmah para nabi bekerja dengan tangan sendiri adalah agar dakwah yang disampaikan benar-benar bersih, ikhlas, dan tidak dipengaruhi kepentingan dunia,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....