Akademisi Nilai Positif Capaian Kinerja Pemerintah Sidrap

  • 21 Feb 2026 11:35 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Sidrap – Hasil survei kepuasan publik sebesar 87,7 persen terhadap satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Sidenreng Rappang mendapat apresiasi dari kalangan akademisi. Angka tersebut dinilai menjadi indikator kuat tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap arah pembangunan daerah.

Rektor Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang, Jamaluddin Ahmad, menyebut capaian ini bukan sekadar angka statistik, melainkan refleksi nyata persepsi publik atas kinerja pemerintah daerah. “Hasil 87,7 persen ini adalah modal sosial yang sangat penting. Artinya masyarakat merasakan langsung kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan riil mereka,” ujarnya kepada media Sabtu, 21 Februari 2026.

Survei yang dirilis JNK Research and Consulting, bagian dari Charta Politika Indonesia, menunjukkan kepuasan terhadap program kerja pasangan Syaharuddin Alrif dan Nurkanaah pada tahun pertama pemerintahan. Di sektor infrastruktur dan layanan dasar, peningkatan jalan kabupaten, perbaikan irigasi, serta perluasan akses air bersih dinilai sebagai fondasi pembangunan yang berdampak langsung pada konektivitas ekonomi dan pelayanan publik.

Pada bidang pertanian dan ketahanan pangan, optimalisasi pupuk bersubsidi, penguatan penyuluhan, serta perbaikan jaringan irigasi disebut selaras dengan karakter Sidrap sebagai lumbung pangan Sulawesi Selatan. “Peningkatan produktivitas padi menunjukkan kebijakan berjalan sesuai potensi ekonomi lokal. Ini langkah strategis yang patut dipertahankan,” kata Jamaluddin.

Reformasi birokrasi melalui percepatan digitalisasi layanan administrasi juga diapresiasi karena dinilai mendorong transparansi dan akuntabilitas pemerintahan berbasis teknologi. Disektor pendidikan dan kesehatan, peningkatan sarana sekolah dan perluasan akses layanan melalui BPJS disebut sebagai investasi jangka panjang pembangunan sumber daya manusia.

Meski demikian, Jamaluddin memberi dua catatan penting, yakni pemerataan pembangunan pada tahun kedua serta perluasan lapangan kerja melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan perguruan tinggi. “Kepercayaan publik ini harus dijaga dengan konsistensi kinerja dan perluasan dampak pembangunan. Perguruan tinggi siap menjadi mitra strategis melalui riset berbasis data dan penguatan inovasi daerah,” tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....