Cegah Korban Berikutnya, RS Paramount Diperiksa
- 17 Sep 2026 14:15 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar, Ari Ashari Ilham, memberikan keterangan pers usai Rapat Dengar Pendapat terkait kasus kematian bayi berusia tiga hari di RS Paramount, di Gedung Sayap DPRD Makassar, Jalan AP Pettarani, Kamis, 17 September 2026. Dua hari setelah peristiwa itu, pihak Komisi D langsung meninjau lokasi dan meminta Dinas Kesehatan membentuk tim investigasi guna melakukan audit eksternal secara transparan.
"Tadi sudah disampaikan Kadis Kesehatan bahwa RS Paramount ini banyak kekurangan. Jika dibiarkan, dikhawatirkan akan muncul korban-korban berikutnya," ujar Ari Ashari.
Ia merinci sejumlah temuan serius, mulai dari kelebihan beban pelayanan, kapasitas tenaga medis yang belum memadai, hingga peralatan yang tidak layak.
"Bayi itu saja ditimbang di atas komputer, liftnya lambat, dan masih banyak lagi. Kondisi seperti ini sangat membahayakan jika dibiarkan berlanjut," tegasnya.
Setelah RDP selesai, Komisi D akan menggelar rapat internal untuk menyusun rekomendasi yang tepat sasaran dan adil bagi kepentingan masyarakat.
"Kami baru sepakat menyusun rekomendasi setelah berunding sebentar. Isinya belum bisa dibocorkan, harus dibahas dulu secara menyeluruh," jelas Ari.
Rekomendasi nantinya akan diserahkan kepada pimpinan DPRD, diteruskan ke Dinas Kesehatan, hingga ke Wali Kota Makassar untuk ditindaklanjuti.
"Secara kasat mata, peristiwa seperti ini sudah berulang. Bukan satu dua kali, tapi sudah banyak terjadi di sana," tambahnya.
Anggota Komisi D lainnya, dr. Fahrizal Arrahman Husain turut menyampaikan kekagetan atas masih beroperasinya rumah sakit tersebut dengan segala kekurangannya.
"Seharusnya izin baru dikeluarkan setelah semua syarat lengkap sesuai standar Kemenkes. Kenapa rumah sakit ini sudah berjalan lama padahal masih banyak kekurangan?" tanya Fahrizal.
Ia menegaskan, tujuan pengawasan ini semata-mata agar tidak ada lagi warga yang menjadi korban akibat pelayanan yang tidak memenuhi standar.
"Kami tidak ingin ada korban berikutnya. Itu satu-satunya hal yang kami kejar," pungkas Fahrizal.
Pihak DPRD berjanji akan memantau proses tindak lanjut guna memastikan pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut memenuhi syarat dan aman bagi masyarakat.(**)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....