Anggota DPRD Makassar Ray Suryadi Dorong Antisipasi Kekurangan Air Bersih
- 16 Sep 2026 06:39 WIB
- Makassar
RRI. CO.ID, MAKASSAR - Anggota DPRD Kota Makassar, Ray Suryadi Arsyad, meminta Pemerintah Kota Makassar melakukan langkah antisipatif menghadapi potensi musim kemarau panjang, khususnya terkait ketersediaan dan distribusi air bersih bagi masyarakat. Ray menilai pemerintah perlu memetakan jumlah penduduk di setiap wilayah dengan ketersediaan air baku yang dimiliki.
Perhitungan tersebut penting untuk memastikan pasokan air mampu memenuhi kebutuhan warga, terutama di kawasan yang rawan kekeringan. “Yang perlu diantisipasi bagaimana kemudian menghitung jumlah populasi di setiap wilayah, kemudian berapa air baku yang kita miliki. Apakah dengan jumlah air baku yang didapatkan pemerintah kota dari hitungan-hitungan yang ada itu bisa meng-cover jumlah populasi masyarakat,” kata Ray, Selasa (15/9/2026).
Politisi Partai Demokrat itu menegaskan, jika ketersediaan air baku tidak sebanding dengan kebutuhan masyarakat, pemerintah harus segera menyiapkan sumber air alternatif. Salah satu langkah yang didorong adalah mempercepat pembangunan sumur dalam di wilayah rawan kekeringan.
“Misalnya CSR juga perlu untuk penggalian sumur-sumur dalam, bagaimana memproduksi air yang berada di titik-titik rawan kekeringan,” jelasnya.
Selain kemarau, Ray menyoroti pertumbuhan cluster perumahan baru di Makassar yang turut meningkatkan kebutuhan air bersih. Menurutnya, bertambahnya kawasan permukiman harus diikuti perhitungan kapasitas produksi dan distribusi air.
“Air baku kita ada setiap tahun jumlahnya sama, kemudian pembagiannya juga sama. Hal yang tidak sama ini ketika ada cluster baru dengan kelompok masyarakat yang baru,” ujarnya.
Ray meminta PDAM Kota Makassar melakukan evaluasi berkala terhadap keseimbangan jumlah penduduk yang dilayani dengan kapasitas produksi air. Ia juga mendorong keterlibatan Dinas PU, BPBD, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta pihak swasta melalui program CSR.
“Kalau tidak, pemerintah kota segera berikan instruksi ke PDAM untuk tidak sendiri dalam hal mengelola air,” Ujarnya.
Ia mencontohkan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) sebagai salah satu skema yang dapat dikembangkan untuk memperluas akses air bersih. Menurutnya, koordinasi lintas sektor harus diperkuat agar penanganan kekeringan tidak hanya dilakukan setelah warga mengalami kesulitan.
“Jangan sampai kita baru bergerak ketika masyarakat sudah kesulitan mendapatkan air. Antisipasi harus dilakukan dari sekarang dengan melihat data jumlah penduduk, kebutuhan air dan potensi sumber air yang bisa dikembangkan,” pungkasnya. (*)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....