IAS Minta Kader Golkar Tidak Alergi Kritikan
- 12 Agt 2026 10:42 WIB
- Makassar
RRI. CO. ID, Pangkep - Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan terpilih, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), meminta seluruh kader Partai Golkar tidak alergi terhadap kritik dan terbuka terhadap masukan untuk memperkuat organisasi. Pesan tersebut disampaikan IAS saat menjadi narasumber dalam kegiatan pendidikan politik Partai Golkar yang digelar di Kabupaten Pangkep. Kegiatan berlangsung di Aula Dewakang dan dihadiri sedikitnya 300 peserta pada senin (10/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, IAS secara terbuka meminta perwakilan fraksi, pengurus DPD, hingga pengurus kecamatan menyampaikan saran dan kritik terhadap dirinya maupun organisasi. Menurut IAS, keterbukaan terhadap kritik menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun organisasi politik yang sehat dan solid. “Jangan alergi terhadap kritik. Kalau kita ingin Golkar menjadi partai yang kuat, kita harus berani mendengar,” kata IAS.
Ia mengatakan, kritik dari kader seharusnya dipandang sebagai bahan evaluasi untuk melakukan perbaikan, bukan dianggap sebagai ancaman terhadap kepemimpinan maupun organisasi. Karena itu, IAS mendorong agar komunikasi antara pimpinan dan kader berlangsung secara dua arah. Menurutnya, pimpinan partai harus lebih banyak mendengar persoalan yang dirasakan kader maupun masyarakat. “Lebih banyak mendengar daripada berbicara. Kita ingin tahu apa yang dirasakan kader dan apa yang menjadi persoalan masyarakat,” ujarnya.
Selain membahas penguatan internal organisasi, IAS juga menyoroti peran anggota fraksi Partai Golkar yang duduk di DPRD. Ia menilai keberadaan anggota fraksi sangat strategis karena menjadi representasi partai di tengah masyarakat.
IAS meminta anggota fraksi menjalankan fungsi politiknya dengan memperjuangkan kepentingan masyarakat melalui kewenangan yang dimiliki di lembaga legislatif. “Anggota fraksi adalah ujung tombak partai di masyarakat. Jangan hanya hadir ketika pemilu sudah dekat,” tegasnya.
Menurut IAS, kehadiran Partai Golkar tidak boleh bersifat musiman. Partai harus hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan, mendengar aspirasi, memperjuangkannya melalui jalur politik, serta mengawal agar kepentingan masyarakat mendapat perhatian dalam kebijakan pemerintah. "Golkar harus hadir bukan hanya menjelang pemilu. Golkar harus hadir ketika rakyat membutuhkan,” ujarnya.
IAS menilai, konsistensi hadir di tengah masyarakat merupakan bagian dari upaya mengembalikan politik sebagai ruang untuk berkarya dan mengabdi. Ia berharap kegiatan pendidikan politik di tingkat daerah tidak sekadar menjadi agenda pembekalan kader, tetapi juga menjadi ruang evaluasi dan penyusunan langkah konkret untuk memperkuat peran Partai Golkar di tengah masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....