Anggota DPRD Makassar Usul Prioritaskan KTP Lokal Pekerja

  • 01 Mei 2026 18:49 WIB
  •  Makassar

RRI. CO. ID, MAKASSAR : Ketua Komisi C DPRD Makassar, Azwar Rasmin, mengusulkan agar Pemerintah Kota Makassar mendorong perusahaan memprioritaskan pekerja ber-KTP lokal guna menekan angka pengangguran. Usulan itu disampaikan Azwar saat ditemui di Kantor Sementara DPRD Makassar, Jalan Hertasning, Kamis 30 April 2026.

Ia menilai penurunan angka pengangguran di Makassar masih sangat minim. “Penurunannya hanya 0,1 persen di 2025 dari 9,7 persen pada 2024. Itu miris. Apa kerja-kerja SKPD dinas terkait ini?” tegas Azwar.

Politisi PKS tersebut menyebut angka pengangguran idealnya bisa ditekan hingga kisaran 5 persen. Karena itu, ia mendorong adanya kebijakan yang memberi prioritas bagi warga ber-KTP Makassar dalam proses rekrutmen tenaga kerja.

“Misalnya mewajibkan perusahaan untuk mempersyaratkan KTP lokal. Atau ada prioritas atau ada kuota yang diberikan,” usulnya.

Menurutnya, Makassar tidak kekurangan sumber daya manusia yang kompeten untuk mengisi berbagai sektor pekerjaan di daerahnya sendiri. “Saya kira kita tidak kekurangan orang yang pandai bekerja. Jangan sampai warga luar lebih mudah bekerja di kota ini dibanding warga Makassar sendiri,” tambahnya.

Azwar mencontohkan kebijakan serupa yang diterapkan di Kabupaten Luwu Timur, di mana perusahaan diminta memprioritaskan tenaga kerja lokal.

Senada dengan itu, Anggota DPRD Makassar dari Fraksi Mulia, Ray Suryadi Arsyad, turut mendukung langkah tersebut. Ia menilai kebijakan prioritas tenaga kerja lokal perlu dibarengi pembenahan sistem pelatihan kerja. “Program pelatihan yang diselenggarakan banyak OPD harus dirampungkan database-nya dan diklasifikasi sesuai bidangnya,” ujar Ray.

Ia mencontohkan, jika ada pelatihan otomotif atau manajemen, maka peserta pelatihan tersebut harus diprioritaskan ketika ada perusahaan yang membuka lowongan di bidang yang sama. “Jadi apa yang dilakukan dinas-dinas itu terakomodir. Tidak sekadar mengadakan pelatihan, tetapi peserta juga mendapatkan kesempatan kerja sesuai bidangnya,” jelasnya.

Ray menambahkan, penempatan tenaga kerja yang tepat akan mencegah lulusan pelatihan kembali menjadi pengangguran. “Itu namanya mendudukkan orang pada tempatnya, the right man on the right place,” pungkasnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....