Mahasiswa Ilmu Politik Unhas Ikuti AI Accelerator
- 14 Apr 2026 19:56 WIB
- Makassar
RRI. CO. ID, Makassar - Mahasiswa tingkat akhir Departemen Ilmu Politik Universitas Hasanuddin (Unhas) mengikuti program AI Accelerator yang digelar di Aula Prof. Syukur Abdullah, FISIP Unhas, Selasa, 14 April 2026. Kegiatan yang berlangsung pukul 14.00–16.00 WITA ini merupakan kolaborasi antara Ruang Kolaborasi Perempuan (RKP) dan Departemen Ilmu Politik Unhas sebagai upaya membekali mahasiswa menghadapi dunia kerja berbasis teknologi.
Program tersebut hadir sebagai respons atas pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang kini memengaruhi berbagai sektor, termasuk bidang politik dan kebijakan publik. Sekretaris Departemen Ilmu Politik Unhas, Endang Sari, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut dan berharap mahasiswa mampu memanfaatkan AI secara bijak dan bertanggung jawab.
“Hari ini kita harus berdampingan dengan AI dan menjadikan AI sebagai tools dan teman belajar untuk memahami kompleksitas politik, dan tentu itu harus dilakukan secara bertanggung jawab,” ujarnya.
Menurutnya, pemanfaatan AI dapat membantu mahasiswa dalam memahami proses kebijakan publik, dinamika politik, strategi kampanye hingga interaksi antaraktor politik. Project Koordinator AI Accelerator, Ita Masita Ibnu, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memitigasi ketimpangan digital di tengah perkembangan teknologi yang sangat masif.
“Kami melihat perkembangan teknologi yang sangat cepat berpotensi memperlebar kesenjangan, khususnya bagi kelompok marginal. Melalui pelatihan ini, kami ingin memberikan pengetahuan dasar dan kapasitas agar mereka siap beradaptasi dengan AI,” jelasnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali keterampilan praktis seperti pembuatan CV, penyusunan surat lamaran kerja, strategi menghadapi wawancara, hingga membangun portofolio digital dengan memanfaatkan tools AI. Salah satu peserta, Guswitha Nurpadilah, mengaku mendapatkan wawasan baru terkait pemanfaatan AI secara efektif.
“Saya ingin lebih aware dalam penggunaan AI, terutama untuk efisiensi waktu dalam memahami informasi. AI juga sangat membantu dalam menganalisis kasus politik, bahkan berpotensi mengembangkan sistem pemantauan hoaks secara real time,” tuturnya.
Melalui program ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya secara kritis dan strategis dalam menghadapi tantangan era digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....