IPHI Sulsel Dorong Edukasi Cegah Penipuan Badal Haji
- 28 Jun 2026 19:16 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Penasehat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. H. Abu Bakar Wasahua, M.H., menilai edukasi kepada masyarakat menjadi langkah penting untuk mencegah praktik penipuan yang mengatasnamakan badal haji.
Dalam Dialog Interaktif Makassar Menyapa Pagi PRI 1 RRI Makassar, Jum'at (26/6/2026), Abu Bakar menyampaikan bahwa pelaksanaan badal haji merupakan ibadah yang memiliki ketentuan syariat sehingga tidak boleh dijadikan sebagai sarana mencari keuntungan secara tidak bertanggung jawab.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang menawarkan jasa badal haji tanpa kejelasan identitas maupun mekanisme pelaksanaannya. Menurutnya, masyarakat perlu memastikan bahwa proses badal haji dilakukan melalui lembaga atau pihak yang memiliki kredibilitas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Abu Bakar menjelaskan bahwa transparansi dalam pelaksanaan badal haji juga sangat penting, mulai dari identitas pembadal hingga pelaksanaan seluruh rangkaian ibadah sesuai ketentuan yang berlaku di Arab Saudi.

Ia menambahkan, koordinasi antara masyarakat, penyelenggara ibadah haji, serta organisasi yang bergerak di bidang pembinaan haji perlu terus diperkuat agar informasi yang benar mengenai badal haji semakin luas dipahami masyarakat.
Menurut Abu Bakar, meningkatnya literasi masyarakat mengenai tata cara dan ketentuan badal haji akan menjadi benteng utama dalam mencegah munculnya praktik pungutan liar maupun penipuan yang dapat merugikan keluarga calon peserta badal haji.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan kehati-hatian, melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima, serta berkonsultasi dengan lembaga resmi apabila berencana melaksanakan badal haji bagi anggota keluarga yang telah meninggal dunia.
"Badal haji adalah ibadah yang harus dilaksanakan sesuai syariat. Karena itu, masyarakat perlu memastikan seluruh prosesnya dilakukan melalui pihak yang terpercaya agar terhindar dari praktik penipuan," ujar Dr. H. Abu Bakar Wasahua.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....