PT Angkasa Pura Indonesia Sukses Layani 43 Kloter Embarkasi Haji Makassar

  • 22 Mei 2026 08:43 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Maros - PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin berhasil menuntaskan pelayanan keberangkatan jemaah haji Embarkasi Makassar tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi. Seluruh proses embarkasi berlangsung aman, tertib, dan lancar selama periode operasional haji tahun ini. Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menjadi salah satu simpul utama pemberangkatan jemaah haji di kawasan Indonesia Timur. Selama fase embarkasi, bandara melayani keberangkatan sebanyak 43 kelompok terbang (kloter) dengan total 16.728 jemaah menuju Tanah Suci.

Kelancaran operasional haji tersebut disebut tidak terlepas dari koordinasi lintas instansi yang terlibat dalam pelayanan jemaah, mulai dari otoritas bandara, Kementerian Agama, maskapai penerbangan, Imigrasi, Bea Cukai, Balai Karantina Kesehatan, TNI-Polri, hingga petugas ground handling. General Manager Bandara Sultan Hasanuddin, Ruly Artha, mengatakan seluruh proses embarkasi dapat berjalan sesuai rencana berkat kolaborasi seluruh stakeholder selama masa operasional haji berlangsung.

“ Kami bersyukur seluruh proses keberangkatan jemaah haji embarkasi Makassar tahun ini dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Hal ini tentunya merupakan hasil kolaborasi dan koordinasi seluruh stakeholder,” ujarnya dalam siaran pers, Kamis, 21 Mei 2026.

Menurut Ruly, penyelenggaraan haji tahun ini memiliki tantangan tersendiri karena tingginya mobilitas jemaah, khususnya kelompok lanjut usia yang mendominasi keberangkatan. Karena itu, pengelola bandara melakukan berbagai penyesuaian pelayanan untuk memastikan kenyamanan dan keamanan jemaah selama berada di area bandara.

Selain penguatan aspek operasional, Bandara Sultan Hasanuddin juga mencatat sejarah baru dengan menghadirkan layanan Mecca Route untuk pertama kalinya pada musim haji tahun ini. Melalui program tersebut, proses pemeriksaan imigrasi Arab Saudi dilakukan langsung sebelum keberangkatan di Indonesia.

Dengan demikian, jemaah tidak perlu lagi menjalani pemeriksaan imigrasi saat tiba di Arab Saudi sehingga proses kedatangan menjadi lebih cepat dan efisien. Kehadiran layanan Mecca Route dinilai menjadi langkah penting dalam modernisasi pelayanan haji, sekaligus mempercepat alur keberangkatan dan kedatangan jemaah.

Tak hanya berfokus pada teknis penerbangan, pengelola bandara juga menghadirkan pendekatan pelayanan yang lebih humanis bagi jemaah dan keluarga pengantar. Di area holding, bandara menyediakan berbagai fasilitas pendukung seperti ruang tunggu nyaman, mushola terintegrasi, spot foto bernuansa religi, hingga pameran seni kaligrafi Islami.

Suasana keberangkatan juga dibuat lebih hangat melalui fasilitas komunikasi virtual menggunakan layar besar yang memungkinkan jemaah menyapa keluarga sebelum berangkat ke Tanah Suci. Menurut Ruly, inovasi pelayanan tersebut sengaja dihadirkan agar momentum keberangkatan haji tidak hanya berjalan lancar secara operasional, tetapi juga meninggalkan kesan emosional bagi jemaah dan keluarga. “Selain aspek operasional, kami juga ingin menghadirkan pelayanan yang lebih humanis bagi jemaah dan keluarga,” katanya.

Selama masa embarkasi, suasana haru dan penuh doa mewarnai area keberangkatan Bandara Sultan Hasanuddin. Banyak keluarga pengantar memanfaatkan fasilitas virtual maupun area tunggu untuk memberikan salam perpisahan terakhir kepada jemaah sebelum memasuki pesawat.

Bandara Sultan Hasanuddin sendiri selama ini menjadi embarkasi utama bagi jemaah asal Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, hingga Papua. Tingginya jumlah jemaah dari berbagai daerah membuat koordinasi pelayanan menjadi salah satu aspek krusial selama operasional berlangsung. Dengan berakhirnya fase keberangkatan, PT Angkasa Pura Indonesia kini mulai mempersiapkan fase debarkasi atau pemulangan jemaah haji yang dijadwalkan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan.

Pihak bandara memastikan seluruh fasilitas dan personel operasional tetap disiagakan untuk mendukung proses kepulangan jemaah agar dapat berlangsung aman, nyaman, dan lancar sebagaimana pada tahap embarkasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....