Suasana Emosional Selimuti Asrama Haji Sudiang Pasca Kloter Masuk Embarkasi
- 22 Mei 2026 15:01 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Maros - Suasana haru menyelimuti kawasan Asrama Haji Sudiang, Selasa, 19 Mei 2026 malam. Ribuan keluarga dan kerabat jemaah memadati jalan masuk asrama untuk mengantar sanak saudara mereka menuju Tanah Suci. Kepadatan massa pengantar bahkan menyebabkan arus kendaraan di jalan poros depan asrama mengalami kemacetan. Sejak sore hingga malam hari, kawasan tersebut dipenuhi kendaraan pribadi, sepeda motor, hingga rombongan keluarga yang datang bersama-sama untuk melepas keberangkatan jemaah haji.
Pantauan di lokasi menunjukkan iring-iringan bus jemaah yang memasuki kawasan asrama disambut lautan manusia di sepanjang jalan. Warga berdiri rapat di sisi kiri dan kanan jalan sambil melambaikan tangan ke arah bus yang perlahan melintas.
Tak sedikit keluarga yang mengabadikan momen perpisahan itu menggunakan telepon genggam. Di tengah keramaian, terdengar doa-doa dan ucapan keselamatan yang terus dipanjatkan untuk para calon tamu Allah.
"Adami datang busnya e.. ambilmi hape mu Fotoi, "ucap lirih para pengantar jamaah yang mulai berdesakan menuju pagar pembatas menuju aula arafah tempat diterimanya para jamaah calon haji di embarkasi makassar.
Setiap bus yang datang tampak membawa identitas rombongan, lengkap dengan tulisan Kabupaten Bantaeng dan nomor kloter di bagian kaca depan. Bus bergerak perlahan menembus kerumunan pengantar yang terus berusaha melihat wajah anggota keluarga mereka untuk terakhir kali sebelum berangkat ke Arab Saudi.
Sorot lampu kendaraan memantul di jalanan malam yang dipenuhi manusia. Di sisi lain, petugas keamanan tampak berjaga ketat mengatur arus massa agar tidak masuk ke badan jalan dan menghambat mobilisasi bus jemaah menuju area asrama.
Suasana emosional tak terhindarkan ketika beberapa bus mulai memasuki halaman utama embarkasi. Banyak keluarga terlihat menitikkan air mata sambil terus melambaikan tangan hingga kendaraan berhenti di depan Aula Arafah. "Salamaki lao lisu karaeng, salamaki, "seru para pengunjung.
Takbir dan ucapan selamat menunaikan ibadah haji terdengar bersahut-sahutan dari tengah kerumunan. Sebagian keluarga tampak memeluk satu sama lain, sementara lainnya terus menatap bus yang membawa orang tercinta menuju tahapan awal perjalanan spiritual mereka.
Fenomena membludaknya pengantar di Asrama Haji Sudiang hampir selalu terjadi pada musim pemberangkatan haji. Bagi sebagian masyarakat, mengantar anggota keluarga ke embarkasi bukan sekadar tradisi, tetapi juga bentuk penghormatan dan dukungan moral sebelum menjalankan ibadah suci yang telah lama dinantikan.
Di tengah tingginya antusiasme masyarakat, situasi di sekitar embarkasi tetap berlangsung aman dan kondusif. Udin salah satunya yang terus berusaha mengabadikan gambar orang tuanya yang menjadi jamaah calon haji tahun ini. "Sangat senang sekali, saya bisa melihat langsung keluarga yang ingin berangkat haji. Baru liat beliau di Makassar karena jauh tinggal di kampung, " ucap udin.
Kehangatan suasana malam itu memperlihatkan besarnya ikatan emosional masyarakat Sulawesi Selatan terhadap tradisi pelepasan jemaah haji. Di balik kepadatan dan kemacetan, tersimpan doa serta harapan agar seluruh jemaah diberikan kesehatan, keselamatan, dan menjadi haji yang mabrur saat kembali ke tanah air.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....