Kakanwil Kemenhaj Papua Ingatkan Jamaah agar Tertib Aturan Bagasi

  • 11 Mei 2026 13:53 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Sebanyak 387 Calon Jamaah Haji (CJH) Kloter 29 asal Provinsi Papua tiba di Asrama Haji Sudiang Makassar Senin, 11 Mei 2026. CJH Papua kloter 29 ini terdiri dari Kabupaten Asmat, Biak Numfor, Jayapura, Mamppi, Marauke, Mimika dan Sarmi.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umroh (Kakanwil Kemenhaj) Provinsi Papua, H. Musa Narwawan menyebut bahwa dari ratusan calon jamaah haji tersebut dalam kondisi sehat meski terdapat beberapa jamaah dengan kondisi usia lanjut (Lansia). Musa juga mengapreasi pelayanan yang diberikan panitia Asrama Haji yang dinilai sangat memuaskan. "Kami ingin memastikan bahwa setiap jamaah asal Papua mendapatkan hak pelayanan yang sama baiknya dengan daerah lain, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga distribusi dokumen," ujar Musa Narwawan saat ditemui RRI.

"Sinergi antara petugas dari Papua dan panitia di Makassar sangat luar biasa, sehingga proses transit jamaah di Aula Mina ini terasa lebih cepat dan tertib dibanding tahun-tahun sebelumnya," tambahnya.

Selain itu, Kakanwil Kemenhaj Papua ini mengungkapkan bahwa, sebagian besar CJH asal Papua ini berdasarkan perawakan muka dan kulit badan adalah orang Sulawesi dan Jawa. Pasalnya, keseluruhan jamaah merupakan keluarga perantau namun berdasarkan status data merupakan warga Provinsi Papua.

Musa juga turut menyinggung daftar tunggu keberangkatan haji, menurutnya, daftar tunggu di wilayahnya termasuk cepat. Disebutkan, daftar tunggu semestinya diangka 20 hingga 30 tahun namun sejak adanya kebijakan baru dari Kemenhaj baru ini, sehingga daftar tunggu tidak terlalu lama. "Jadi daftar tunggu terbanyak itulah yang mendapatkan jumlah yang terbanyak sehingga Papua itu biasanya 1076 sekarang kami mendapatkan 933 karena pakai rumus yang tadi daftar tunggu," sebut Musa.

Ia juga mengingatkan kepada seluruh CJH asal Provinsi Papua ini agar tidak membawa barang bawaan secara berlebihan. Sebab, akan ada pemeriksaan ketat di bandara baik di Indonesia maupun nantinya balik dari ibadah haji di Arab Saudi. "Kami sudah sampaikan secara persuasif kepada para jamaah agar mematuhi aturan barang bawaan, karena kepatuhan itu adalah bagian dari kelancaran ibadah kita semua," ungkapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....