PPIH Makassar Lepas Kloter 15, Tekankan Kesabaran dan Kesehatan
- 03 Mei 2026 10:36 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Suasana haru menyelimuti pelepasan jemaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 15 UPG di Embarkasi Makassar, Sabtu, 2 Mei 2026 dini hari. Di tengah udara subuh yang sejuk, langkah para calon tamu Allah diiringi doa dan harapan dari keluarga serta petugas yang melepas. Pelepasan dilakukan oleh Sekretaris PPIH Embarkasi Makassar, Asa Afiif. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pesan penuh makna yang menggugah hati para jemaah.
Ia mengingatkan bahwa kesempatan berhaji adalah anugerah yang tidak semua orang bisa rasakan, meski telah lama menanti. “Bapak dan ibu yang hadir di sini adalah orang-orang yang beruntung karena mendapatkan panggilan dari Allah. Banyak yang sudah mendaftar, namun belum mendapatkan kesempatan,” ujarnya.
Di balik kebahagiaan itu, ia juga mengingatkan bahwa perjalanan haji bukanlah perjalanan ringan. Ibadah ini menuntut kesiapan fisik dan mental, sehingga jemaah diminta menjaga kesehatan sejak awal keberangkatan. “Ibadah haji adalah ibadah fisik. Saat di Madinah nanti, jangan terlalu memforsir tenaga untuk ibadah sunnah. Puncak haji yang sesungguhnya adalah saat wukuf di Arafah,” pesannya dengan penuh penekanan.
Menurutnya, jemaah masih memiliki waktu sekitar satu bulan sebelum memasuki puncak ibadah. Karena itu, menjaga ritme aktivitas dan kondisi tubuh menjadi hal yang sangat penting agar tetap kuat hingga tahap akhir. Lebih dari sekadar perjalanan fisik, Afiif juga mengajak jemaah untuk meluruskan niat. Ia menekankan bahwa tujuan utama berhaji adalah untuk beribadah semata-mata kepada Allah SWT. “Kita ingin menyempurnakan ajaran agama kita. Insya Allah, dengan niat yang lurus, sepulang dari Tanah Suci kita akan memperoleh predikat haji mabrur,” tuturnya.
Pelepasan ini turut dihadiri oleh Muflihuddin Syam serta Muhammad Amrullah yang ikut memastikan seluruh proses berjalan lancar. Di tengah langkah yang mulai menjauh dari tanah air, para jemaah membawa lebih dari sekadar koper dan perlengkapan. Mereka membawa harapan, doa, dan kerinduan untuk kembali dengan hati yang lebih bersih.
Subuh itu, di Asrama Haji Sudiang, bukan sekadar pelepasan perjalanan. Ia menjadi awal dari sebuah perjalanan spiritual panjang tentang kesabaran, keikhlasan, dan penghambaan yang utuh kepada Sang Pencipta.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....