Kondisi Terik Arab Saudi Meninggi, Jemaah Haji Diminta Prioritaskan Kesehatan
- 03 Mei 2026 10:31 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Ibadah haji bukan hanya perjalanan spiritual, tetapi juga ujian fisik yang menuntut kesiapan ekstra. Di tengah suhu ekstrem di Arab Saudi yang mencapai 38 hingga 40 derajat Celsius, jemaah haji Indonesia, khususnya dari Embarkasi Makassar, diingatkan untuk menjaga kesehatan agar dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan aman.
Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar, Ikbal Ismail, menekankan pentingnya langkah-langkah sederhana namun krusial dalam menghadapi cuaca panas di Tanah Suci. Ia menyarankan jemaah untuk rutin mengonsumsi air putih, membawa semprotan air, serta menggunakan pelindung seperti handuk kecil di kepala saat beraktivitas di luar ruangan. “Cuaca di sana cukup ekstrem. Jemaah harus pintar menjaga kondisi tubuh agar tetap kuat menjalani seluruh rangkaian ibadah,” ujarnya saat ditemui di Asrama Haji Sudiang, Jumat 1 Mei 2026 sore.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa bagi jemaah laki-laki yang sedang dalam kondisi ihram, penggunaan penutup kepala harus dihindari karena dapat membatalkan ihram. Hal ini menjadi perhatian penting agar upaya menjaga kesehatan tidak bertentangan dengan ketentuan ibadah. “Kalau sudah berihram, terutama laki-laki, jangan sampai kepala tertutup pakaian atau songkok,” jelasnya.
Disisi lain, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Maria Assegaf, turut mengingatkan agar jemaah menggunakan alat pelindung diri sederhana seperti payung, topi (bagi yang tidak berihram), masker, serta alas kaki yang nyaman. Ia juga mengimbau agar jemaah tidak memaksakan aktivitas di siang hari saat suhu berada di puncaknya. Mengatur waktu ibadah dan istirahat menjadi kunci agar kondisi tubuh tetap prima. “Jangan dipaksakan beraktivitas di tengah terik. Jaga stamina agar ibadah tetap lancar dan khusyuk,” ujarnya. Sabtu, 2 Mei 2026.
Pemerintah, lanjutnya, memastikan seluruh layanan bagi jemaah mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga layanan kesehatan berjalan optimal. Perhatian khusus juga diberikan kepada kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan.
Di balik panas yang menyengat, tersimpan pelajaran tentang kesabaran dan ketahanan. Bagi para jemaah, menjaga kesehatan bukan sekadar kebutuhan fisik, tetapi bagian dari ikhtiar untuk menyempurnakan ibadah. Sebab di Tanah Suci, setiap langkah adalah doa, dan setiap tetes keringat menjadi saksi perjuangan menuju haji yang mabrur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....